Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran. Ancaman itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Washington menggempur target-target Teheran selama sembilan hari berturut-turut.
Trump mengatakan serangan terbaru AS terhadap Iran dilakukan sebagai penghormatan untuk personel militer AS yang gugur dalam beberapa hari terakhir. "Kita kembali menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita melakukannya demi menghormati, mungkin ada tiga, tiga patriot hebat," kata Trump kepada wartawan setibanya di Washington DC usai menyaksikan final Piala Dunia, Senin (20/7/2026).
"Kita akan kembali menyerang Iran malam ini untuk menghormati para tentara Amerika," ucap Trump.
Dalam pernyataan pada Minggu (19/7) malam waktu setempat, Trump menyebut pasukan AS telah melancarkan "pukulan yang sangat telak terhadap Iran malam ini". Saat ditanya mengenai jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS, Trump mengaku "merasa sangat terpukul". Namun, ia kemudian menambahkan bahwa para tentara yang gugur itu berjuang agar "Iran tidak memiliki senjata nuklir".
Artikel Terkait
Telepon Perdana dengan Trump, PM Baru Inggris Andy Burnham Dapat Dukungan AS
Harga Minyak Menguat di Tengah Peluang Negosiasi AS-Iran dan Ancaman Blokade Houthi
Andy Burnham Resmi Jadi PM Inggris, Telepon Perdana dengan Trump
Menlu Iran Tepis Klaim AS: Kami Bukan Venezuela, Sistem Kekuasaan Kami Berbeda