Blok Masela Diproyeksikan Sumbang Rp2.447 Triliun ke Perekonomian Nasional

- Kamis, 16 Juli 2026 | 20:20 WIB
Blok Masela Diproyeksikan Sumbang Rp2.447 Triliun ke Perekonomian Nasional

Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Blok Masela diperkirakan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa proyek ini akan menyumbang hingga USD137,8 miliar atau lebih dari Rp2.447 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Kami melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD137,8 miliar," ujar Bahlil dalam acara Groundbreaking Blok Masela, Kamis (16/7/2026).

Dampak ekonomi lokal juga diproyeksikan signifikan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku diperkirakan meningkat hingga USD95 miliar, sementara Kabupaten Kepulauan Tanimbar bisa mencapai USD92 miliar.

"Karena kami berpandangan bahwa investasi masuk penting, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah di mana investasi dan negara rakyat bangsa Indonesia," kata Bahlil.

Dari sisi fiskal, proyek ini diproyeksikan menyumbang pendapatan langsung kepada negara sebesar USD37,8 miliar. Selain itu, potensi pajak tidak langsung mencapai USD6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.

Total nilai investasi Blok Masela mencapai USD20,95 miliar atau hampir Rp390 triliun. Proyek ini ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat per hari.

Bahlil menegaskan gas dari Blok Masela tidak hanya untuk ekspor. Sebanyak 60 persen produksi akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, termasuk mendukung industri hilirisasi melalui pembangunan pabrik pupuk oleh PT Pupuk Indonesia di wilayah tersebut. Sisanya, maksimal 40 persen dialokasikan untuk pasar ekspor.

Proyek raksasa ini juga menjadi magnet bagi lapangan kerja. Sekitar 12.000 tenaga kerja akan terserap pada masa konstruksi, dan sekitar 800 hingga 1.000 orang pada masa operasi. Bahlil memberikan instruksi tegas agar masyarakat lokal menjadi prioritas utama.

"Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tapi kita tidak memprioritaskan mereka. Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari Ring 1 dan Ring 2," kata Bahlil.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags