Harga minyak mentah mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Rabu (15/7) setelah data menunjukkan penurunan persediaan minyak Amerika Serikat yang lebih kecil dari perkiraan. Pasar juga relatif tenang meskipun ada serangan baru AS ke instalasi militer Iran.
Minyak mentah Brent ditutup di level USD 84,95 per barel, naik 22 sen atau 0,26 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 79,60 per barel, naik 26 sen atau 0,33 persen.
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah turun 1,7 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih rendah dari perkiraan analis yang memprediksi penurunan sebesar 2,6 juta barel. Di sisi lain, persediaan produk sulingan justru melonjak 4,6 juta barel, jauh di atas ekspektasi kenaikan 100.000 barel.
"Sepertinya ada anggapan bahwa kita pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya. Ada kesan dari laporan EIA bahwa pasokan bukannya menghilang, tetapi mulai stabil," ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.
Komoditas Lain
Harga CPO untuk kontrak Agustus turun 0,35 persen ke level MYR 4.514 per ton. Sementara itu, batu bara berjangka Newcastle menguat 0,11 persen menjadi USD 131,30 per ton.
Di pasar logam, harga nikel naik 0,23 persen ke USD 16.803 per ton berdasarkan data London Metal Exchange. Sebaliknya, harga timah justru turun 1,92 persen ke level USD 52.780 per ton.
Artikel Terkait
Harga Komoditas Bervariasi, Minyak Mentah dan Batu Bara Turun
Harga Komoditas Bervariasi: Minyak Turun, Batu Bara dan Timah Menguat
Bahlil Belum Pastikan Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Meski Minyak Dunia Turun
Harga Minyak Anjlok, Hapus Keuntungan Perang AS-Iran