Lionsgate resmi memulai perburuan aktor untuk menghidupkan karakter-karakter ikonik dari serial Naruto ke layar lebar. Studio yang dikenal lewat waralaba The Hunger Games dan Saw itu mengumumkan audisi global untuk mencari pemeran tiga tokoh utama: Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, dan Haruno Sakura.
Film adaptasi dari manga karya Masashi Kishimoto ini akan disutradarai oleh Destin Daniel Cretton, yang sebelumnya sukses menggarap Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Cretton menyatakan kebanggaannya bisa membawa dunia Naruto ke bioskop dalam format live-action untuk pertama kalinya. “Merupakan suatu kehormatan bisa membawa dunia dan karakternya ke layar lebar dalam bentuk live action untuk pertama kalinya,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (10/7).
Proses pencarian aktor akan dimulai dari ketiga anggota Tim 7. Setelah ketiganya ditemukan, barulah tim produksi akan mencari pemeran tokoh lain. Cretton mengaku sangat antusias menjalani proses ini. “Saya sangat senang untuk mencari pemeran Tim 7 di seluruh dunia dan menghidupkan alam semesta Naruto yang luar biasa,” imbuhnya.
Kishimoto sendiri menyebut rencana adaptasi ini sebagai sebuah keajaiban. Ia percaya film tersebut akan digarap oleh orang-orang yang berpengalaman. “Aku sangat menantikan pertemuan ajaib dengan para aktor yang luar biasa dan penuh semangat. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan karakter-karakterku di film ini,” kata Kishimoto.
Hak adaptasi komik Naruto sebenarnya sudah diperoleh Lionsgate sejak 2015 lalu. Avi Arad, yang pernah terlibat dalam Ghost in the Shell, bersama putranya Ari Arad, Jeremy Latcham, dan Hisako akan menjadi produser. Sementara itu, naskah film sedang dikerjakan oleh Tasha Huo, penulis serial animasi Tomb Raider, sejak November 2023. Belum ada laporan mengenai keterlibatan penulis lain.
Serial Naruto pertama kali dimuat di majalah Weekly Shonen Jump pada 1999 dan berakhir pada November 2014. Manga ini telah melahirkan berbagai adaptasi, termasuk serial anime Naruto dan Naruto Shippuden, manga spin-off, novel, drama panggung, hingga permainan video. Di Indonesia, popularitas Naruto melesat sejak awal 2000-an.
Artikel Terkait
Naruto dan Pembentukan Identitas: Ketika Label Sosial Membentuk Jati Diri