Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun berinisial A menjadi korban peluru nyasar saat bermain di samping rumahnya di Kampung Baru, Lubang Buaya, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peluru tersebut mengenai dada kanan korban hingga harus menjalani operasi pengangkatan proyektil. Polisi masih memburu pelaku dan menduga peluru berasal dari senapan angin.
Peristiwa terjadi saat A bermain dengan tiga temannya di tanah kosong sekitar rumah. Tiba-tiba ia merasa dadanya terkena sesuatu dan berteriak kesakitan. Nenek korban, Sino (59), yang menyaksikan kejadian itu menuturkan, "Awalnya dia lagi duduk, terus ada bunyi seperti 'jepret' dan langsung pegang dada, setelah itu matanya gelap, terus pingsan."
Keluarga dan warga segera membawa A ke klinik terdekat. Karena kondisinya parah, ia dirujuk ke RS Hermina sebelum dipindahkan ke RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di dada sebelah kanan. Sino mengatakan operasi berjalan lancar dan kondisi cucunya kini mulai membaik serta telah sadar.
Keluarga sempat melihat proyektil yang berhasil diangkat. Bentuknya kecil dengan bagian pinggir penyok, namun jenis pastinya belum dapat dipastikan. Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengungkapkan, "Saat itu, (korban) sedang bermain. Tiba-tiba korban merasa ada sesuatu menimpa dadanya, kemudian berteriak, merasa sakit."
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Enam orang telah dimintai keterangan, terdiri dari tiga teman korban, seorang warga, serta Ketua RT dan RW setempat. Polisi juga melakukan pendataan door to door untuk menggali informasi mengenai warga yang diduga memiliki atau menggunakan senapan angin di sekitar lokasi.
Diduga dari Senapan Angin
Dalam penyelidikan, petugas mengamankan satu butir proyektil yang diduga berasal dari senapan angin sebagai barang bukti. Proyektil tersebut akan menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik untuk mengidentifikasi senjata yang digunakan. AKP Usep mengatakan, "Dugaan kami proyektil tersebut berasal dari senapan angin, penggunaan senapan angin memiliki aturan terkait penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi."
Polisi menduga peluru nyasar berasal dari aktivitas pemburu burung menggunakan senapan angin yang kerap dilakukan di sekitar lokasi. Namun, pengungkapan kasus menghadapi kendala karena minimnya kamera pengawas di area permukiman yang berbatasan dengan persawahan. Hingga kini, identitas pelaku masih belum diketahui dan penyelidikan terus berlangsung.