Arbani Yasiz Kesal dengan Karakternya di Film 402: Rumah Sakit Angker Korea

- Selasa, 07 Juli 2026 | 08:15 WIB
Arbani Yasiz Kesal dengan Karakternya di Film 402: Rumah Sakit Angker Korea

Arbani Yasiz mengaku kesal dengan tokoh Juna yang diperankannya dalam film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea. Juna adalah seorang konten kreator yang terobsesi mengejar jumlah penonton live streaming hingga mengabaikan keselamatan teman-temannya.

Dalam film tersebut, Juna memimpin uji nyali di sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea. Motivasinya sederhana: mencapai 3 juta penonton dan uang Rp15 miliar. Obsesi itu yang membuat Arbani ikut kesal.

“Jujur saya juga kesel sama Juna. Tapi kalau nggak ada Juna, nggak ada ini 402: Rumah Sakit Angker Korea,” ujar Arbani saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2026).

Untuk mendalami karakter, Arbani banyak berdiskusi dengan Saputra Kori dan Jang Hansol, yang juga berprofesi sebagai konten kreator. Dari mereka, ia memahami motivasi di balik obsesi Juna terhadap angka.

“Saya banyak nanya sama mereka gimana sih views tuh atau konten tuh seberpengaruh apa, kenapa harus dikejar sebegitunya. Kenapa nggak ada cara lain? Atau apa yang dilakukan Juna di real life tuh bisa terjadi nggak?” terangnya. “Mereka kasih pendapat supaya gue bisa mendapatkan motivasi yang sama seperti Juna di naskah.”

Dalam film produksi MD Pictures dan Umbara Brothers ini, Juna digambarkan sebagai dalang di balik layar live streaming sekelompok anak muda yang melakukan uji nyali. Ia berupaya keras agar penonton tembus 3 juta, meski tampak tak peduli dengan kondisi teman-temannya yang berada di lokasi angker.

402: Rumah Sakit Angker Korea merupakan adaptasi dari film horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum. Film ini bercerita tentang sekelompok konten kreator yang melakukan uji nyali di rumah sakit terbengkalai di Korea. Dibintangi Arbani Yasiz, Elang El Gibran, Saputra Kori, Lea Ciarachel, Diandra Agatha, dan Aylena Fusil, film ini mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 9 Juli 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags