Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) semakin dekat dengan masyarakat seiring peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara pada Rabu (1/7). Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi kinerja di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.
Soedeson menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban sejak institusi tersebut berdiri pada 1 Juli 1946. "Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat," katanya dalam keterangan resmi.
Ia menilai tema HUT tahun ini, "80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat", harus menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Soedeson mengakui sejumlah capaian positif Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti penanganan konflik sosial di Papua Tengah.
Meski demikian, ia mengingatkan keberhasilan menjaga keamanan harus diiringi penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. "Publik menaruh harapan besar agar prinsip equality before the law terus ditegakkan tanpa pandang bulu," tegasnya.
Soedeson menyoroti perhatian masyarakat terhadap kemampuan Polri menyelesaikan perkara besar. Penuntasan kasus strategis, pemberantasan judi online, narkoba, hingga kejahatan siber menjadi indikator kepercayaan publik. Ia juga mengapresiasi transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi, seperti pengurusan dokumen kendaraan berbasis aplikasi dan sistem tilang elektronik (ETLE), yang dinilai memangkas birokrasi dan mengurangi pungutan liar.
Namun, tantangan ke depan semakin kompleks. "Selain menjaga Kamtibmas, Polri dihadapkan pada tantangan baru berupa perkembangan teknologi digital, maraknya kejahatan siber, TPPO, kejahatan lintas negara, hingga penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa," jelasnya. Karena itu, ia mendorong peningkatan kapasitas SDM, profesionalisme personel, dan kolaborasi dengan elemen masyarakat.
Penguatan pengawasan internal, penegakan kode etik, dan peningkatan kesejahteraan anggota di lapangan juga harus menjadi perhatian. Menurut Soedeson, dedikasi Polri merupakan fondasi penting menjaga keutuhan NKRI. Ia berharap HUT ke-80 Bhayangkara menjadi titik awal bagi Polri untuk semakin modern, transparan, dan dipercaya publik. "Dengan semangat '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat', saya berharap Korps Bhayangkara senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan keadilan, serta makin profesional, modern, transparan, dan dicintai seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bamsoet: HUT ke-80 Polri Momentum Percepat Transformasi Menuju Institusi Profesional dan Dipercaya
Polri Diminta Terus Dekat dengan Rakyat di Hari Bhayangkara ke-80
Polri Targetkan 1.500 Dapur Gizi Beroperasi pada 2026 untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Habib Aboe Bakar: Polri Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman bagi Masyarakat