Turki dan Saudi Kecam Serangan Israel ke Suriah, Presiden Al-Sharaa Beri Peringatan Keras

- Selasa, 30 Juni 2026 | 06:40 WIB
Turki dan Saudi Kecam Serangan Israel ke Suriah, Presiden Al-Sharaa Beri Peringatan Keras

Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Suriah. Kali ini, sasaran tembakan artileri jatuh di Desa Abdin, Provinsi Deraa barat, pada Minggu (28/6/2026). Warga setempat yang berusaha menghalangi laju unit tentara Israel justru dihadang dengan tembakan peluru artileri yang mendarat di dekat pemukiman. Akibatnya, puluhan keluarga terpaksa mengungsi ke desa-desa tetangga pada malam hari.

Serangan ini memicu kecaman keras dari Turki dan Arab Saudi. Kedua negara mengecam tindakan Israel yang dinilai melanggar kedaulatan Suriah dan membahayakan warga sipil.

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa pun angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia menuding Israel sengaja menciptakan kekacauan di Suriah pasca penggulingan rezim sebelumnya. "Entitas Israel, yang selalu menargetkan stabilitas kita dan menciptakan perselisihan di antara kita sejak penggulingan rezim yang telah runtuh, kini sekali lagi berupaya mengubah tanah suci kita menjadi arena kekacauan yang tak berkesudahan," ujarnya.

Al-Sharaa menegaskan bahwa Israel menggunakan segala cara untuk menanamkan perselisihan dan konflik. "Ia berupaya untuk menghancurkan persatuan rakyat kita dan melemahkan kemampuan kita untuk maju dalam proses pembangunan kembali dan kebangkitan," tambahnya.

Ia juga memperingatkan bahwa kekuatan militer tidak menjamin kemenangan. "Memiliki kekuatan besar tidak selalu berarti meraih kemenangan, sama seperti kemenangan di arena tertentu tidak menjamin keberhasilan di arena lain. Anda mungkin dapat memulai perang, tetapi tidak mudah untuk mengendalikan hasilnya," kata Al-Sharaa.

Presiden Suriah itu menekankan bahwa rakyat Suriah telah menolak segala bentuk pemisahan dan perpecahan sepanjang sejarah. "Kita adalah anak-anak tanah ini, dan yang paling mampu mengatasi semua upaya entitas Israel yang bertujuan untuk memecah belah kita, tekad kami tidak akan goyah oleh hasutan yang direkayasa. Suriah bukanlah medan uji coba bagi konspirasi asing, juga bukan tempat untuk melaksanakan ambisi orang lain dengan mengorbankan darah anak-anak dan perempuan kami," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags