Wasit perempuan asal Meksiko, Katia Itzel Garcia, mencatatkan namya dalam buku sejarah Piala Dunia 2026. Ia menjadi wasit utama pertama dari negaranya yang memimpin pertandingan di turnamen sepak bola pria paling bergengsi di dunia itu. Momen bersejarah tersebut tercipta saat ia memimpin laga antara Timnas Tunisia dan Timnas Belanda di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Perempuan berusia 33 tahun yang lahir di Mexico City pada 1 September 1992 itu bukanlah nama baru di dunia persepak bolaan. Sejak 2019, ia telah mengantongi lisensi wasit internasional dari FIFA. Di luar lapangan hijau, Katia juga merupakan lulusan Ilmu Politik dari National Autonomous University of Mexico.
Karier wasitnya dimulai pada 2015 dari laga-laga lokal. Setahun berselang, ia melangkah ke level profesional. Tiga tahun berikutnya ia habiskan sebagai asisten wasit di liga perempuan Meksiko. Di panggung internasional, debutnya dimulai dengan memimpin pertandingan sepak bola wanita antara Timnas Republik Dominika U-20 melawan Timnas Amerika Serikat U-20 pada 20 Februari 2020. Pada 2023, ia bahkan sudah menjadi wasit di Piala Dunia Wanita.
Pengalaman itu membuat FIFA percaya untuk memasukkan Katia ke dalam jajaran pengadil di Piala Dunia 2026. Sebelum debutnya sebagai wasit utama, ia sempat menjadi wasit pengganti pada laga Timnas AS melawan Timnas Australia pada 20 Juni 2026. Saat itu, wasit utama Felix Zwayer mengalami keram otot di tengah pertandingan.
Sejarah yang diukir Katia Itzel Garcia di Piala Dunia 2026 melanjutkan jejak yang telah dirintis oleh Stephanie Frappart. Wasit asal Prancis itu menjadi perempuan pertama yang memimpin laga Piala Dunia pria pada edisi 2022. Kini, Katia menjadi perempuan ketiga yang menjadi pengadil di turnamen ini, setelah Frappart dan Tori Penso dari Amerika Serikat.
Artikel Terkait
ESDM Tetapkan 26 Tersangka Tambang Ilegal Gunung Botak, 24 di Antaranya WNA
DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK Antisipasi Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja
Tingkat Kepuasan Peserta TASPEN Capai 98,7 Persen pada 2025, Tertinggi dalam Empat Tahun Terakhir
Raja Charles III Bayar Pajak Rp306 Miliar, Ungkap Data Keuangan untuk Pertama Kalinya