Kabar kurang menyenangkan datang dari keluarga bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal. Sang ayah, Mounir Nasraoui, dipastikan tidak bisa menyaksikan langsung perjuangan putranya di ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Pasalnya, otoritas imigrasi Negeri Paman Sam telah menolak pengajuan visa yang diajukan oleh Nasraoui.
Penolakan visa tersebut diduga kuat berkaitan dengan catatan hukum yang dimiliki Nasraoui. Berdasarkan laporan yang beredar, ia pernah terlibat dalam kasus penyerangan terhadap seorang pendukung partai politik Vox di kota MatarĂ³, Spanyol, pada tahun 2023. Meskipun hukuman atas kasus itu telah dijalani, kebijakan imigrasi Amerika Serikat dikenal sangat ketat, terutama terhadap pemohon yang memiliki rekam jejak kriminal yang tercatat dalam dokumen hukum resmi.
Situasi ini tentu menjadi pukulan tersendiri. Kehadiran orang tua di tribun stadion kerap menjadi suntikan moral tambahan bagi para pemain, khususnya di turnamen sebesar Piala Dunia. Namun, jika tidak ada perubahan keputusan atau keberhasilan dalam proses banding, Nasraoui harus mengikuti perjalanan karier putranya dari jauh.
Di sisi lain, Lamine Yamal hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut. Fokus pemain muda berbakat itu sepenuhnya tertuju pada persiapan dan penampilannya bersama Timnas Spanyol yang tengah menjadi sorotan dunia. Dukungan dari keluarga dan para penggemar di berbagai penjuru dunia dipastikan tetap akan mengalir deras untuknya.
Lebih dari sekadar kisah personal, penolakan visa ini kembali menegaskan betapa ketatnya kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Riwayat hukum seorang pemohon masih menjadi faktor penentu yang sulit ditawar dalam proses pemberian izin masuk ke negara tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Pertahankan HET Minyakita Rp15.700 Per Liter di Tengah Lonjakan Harga Sawit Dunia
Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk 33,24 Juta Warga Mulai Juli 2026
Pemerintah Naikkan Anggaran KUR Perumahan 2026 Jadi Rp50 Triliun, Respons Tingginya Animo Masyarakat
Harga Beras di Merauke Turun Hampir 50 Persen Berkat Program Cetak Sawah dan Optimasi Lahan