Pasukan Israel menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas ditembak di Tepi Barat, Palestina, setelah insiden yang melibatkan pelemparan bom molotov. Peristiwa itu terjadi di utara kota Hebron, memicu kecaman dari otoritas Palestina yang menuntut pengembalian jenazah kedua korban.
Otoritas Umum Urusan Sipil yang berbasis di Ramallah, sebuah lembaga yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina, mengonfirmasi bahwa jenazah kedua remaja tersebut kini berada dalam penguasaan militer Israel. Laporan dari kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengidentifikasi kedua korban sebagai Reda Sami Awad yang berusia 15 tahun dan Arafat Ismail Awad, 19 tahun.
“Pasukan Israel menahan jenazah mereka,” demikian pernyataan Wafa sebagaimana dikutip dari laporan AFP pada Selasa (23/6/2026).
Menurut keterangan militer Israel, tentara melepaskan tembakan ke arah sekelompok orang yang sedang membakar ban dan melemparkan bom molotov ke arah pemukiman. Dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya disebut “dilumpuhkan” oleh pasukan Israel.
Sementara itu, otoritas Palestina mengecam tindakan penahanan jenazah tersebut dan mendesak pihak internasional untuk turun tangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari militer Israel mengenai kapan jenazah akan dikembalikan kepada keluarga korban.
Artikel Terkait
Banjir Rob di Pati Sebulan Tak Kunjung Surut, Warga Keluhkan Gatal-Gatal dan Kelelahan
Pemerintah Matangkan Aturan Surat Utang Danantara, Termasuk Akses bagi Peserta Tax Amnesty
Messi Bawa Argentina Kalahkan Austria 2-0 di Laga Kedua Grup J Piala Dunia 2026
Ariel Tatum Curi Perhatian Warganet dengan Gaya Santai dan Humoris di Threads