Adelaide United dan Hanoi Police harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol dalam laga kualifikasi AFC Champions League Elite di Coopers Stadium, Australia, Selasa (11/8/2026). Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua tim menunjukkan kehati-hatian dalam membangun serangan.
Pada 13 menit pertama, penguasaan bola tercatat seimbang, 50-50. Hanoi Police datang ke Australia hanya dengan membawa 21 pemain karena enam pilar kuncinya, termasuk Van Hau dan Quang Hai, harus memperkuat tim nasional di Piala ASEAN 2026.
Pelatih Hanoi Police, Mano Polking, menegaskan kesiapan timnya untuk mengukir sejarah baru bagi sepak bola Vietnam meski tampil tanpa kekuatan penuh. "Pertandingan melawan Adelaide United adalah tantangan dua tim. Saya percaya Adelaide merasakan tekanan lebih karena bermain di kandang dan dianggap favorit. Namun, CAHN siap mencetak sejarah untuk sepak bola Vietnam," ujar Polking.
Di sisi lain, Adelaide United yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri tetap menekan dengan menurunkan komposisi pemain terbaik. Pelatih Airton Andrioli menjelaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan maksimal untuk laga ini. "Ini pertandingan besar bagi klub kami dan persiapannya sudah bagus. Kami tahu ini akan sulit melawan lawan berkualitas," kata Andrioli.
Adelaide United mengandalkan serangan dari sektor sayap, bola mati, dan penguasaan bola, sembari memanfaatkan dukungan penuh suporter di Coopers Stadium. "Kami ingin bermain sepak bola yang bagus dan mengendalikan pertandingan, tapi aspek fisik juga penting," ujar Andrioli.
Klub asal Australia tersebut memiliki motivasi tinggi setelah absen cukup lama dari kompetisi antarklub Asia sejak 2017. Sementara itu, Hanoi Police menerapkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat, meski pemain mereka Leygley Adou sudah menerima kartu kuning pada menit ke-13.
Pemenang laga kualifikasi ini berhak mengamankan tiket ke fase grup utama AFC Champions League Elite. Sementara itu, tim yang kalah harus terlempar ke kompetisi AFC Champions League 2.