Hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Presiden AS Donald Trump, dilaporkan memanas. Keduanya berbeda pendapat tajam mengenai rencana perdamaian Amerika Serikat untuk Jalur Gaza, terutama terkait tata kelola pascaperang di wilayah kantong Palestina itu.
Menurut laporan Channel 14, stasiun televisi lokal Israel, yang dikutip Middle East Monitor pada Selasa (11/8/2026), diskusi antara Netanyahu dan Kushner dalam beberapa hari terakhir semakin menegang. Kushner secara langsung menuduh Netanyahu menghambat pelaksanaan rencana yang didukung AS tersebut.
Rencana itu, yang tengah disusun melalui koordinasi dengan mitra-mitra regional dan internasional, dinilai para pendukungnya akan berhasil jika langkah-langkah praktis segera diambil untuk beralih ke fase baru di Jalur Gaza. Namun, Netanyahu disebut bersikeras menetapkan syarat keamanan yang ketat sebelum menyetujui pengaturan politik atau administratif apa pun.
Dalam konsultasi yang berlangsung, Netanyahu menyampaikan kepada Kushner bahwa Israel tidak akan menyetujui formula apa pun untuk pengelolaan atau restrukturisasi Jalur Gaza hingga tujuan utamanya tercapai, yakni demiliterisasi total daerah kantong Palestina tersebut.
Artikel Terkait
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk Netanyahu atas Tuduhan Genosida
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu
Layang-Layang dari Gaza Memicu Siaga Keamanan Israel