Menteri Ferry Juliantono Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah Tak Hanya Ukur Transaksi, Tapi Dampak Sosial dan Keberlanjutan

- Senin, 22 Juni 2026 | 15:35 WIB
Menteri Ferry Juliantono Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah Tak Hanya Ukur Transaksi, Tapi Dampak Sosial dan Keberlanjutan

Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia tidak bisa lagi hanya bertumpu pada nilai transaksi semata, melainkan harus diukur dari dampaknya terhadap kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan. Menurutnya, sinergi antara industri takaful, koperasi, dan kolaborasi internasional menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem yang kokoh dan berdaya saing global.

Dalam sambutannya pada Simposium bertajuk “Reimagining Takaful for Sustainable World” yang digelar di Menara Syariah PIK 2, Senin (22/6), Ferry menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah. Salah satu instrumen yang dinilai mampu menjadi motor penggerak adalah program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Koperasi bisa terlibat dalam kegiatan pengembangan takaful. Sebab Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang tumbuh hingga ke tingkat desa,” ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah saat ini telah mencapai lebih dari dua triliun dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat. Angka tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar segmen pasar, melainkan telah menjadi kekuatan penting dalam perekonomian global. Dengan populasi muslim terbesar di dunia yang mencapai 240 juta jiwa, Indonesia memiliki peluang besar untuk memastikan ekosistem industri keuangan syariah, khususnya takaful, dapat berkembang pesat.

“Nilai-nilai yang menjadi fondasi koperasi, yaitu gotong royong, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama, memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah,” kata Ferry.

Dalam konteks ini, industri takaful dinilai memiliki peran vital. Ferry menekankan bahwa takaful bukan sekadar produk keuangan, melainkan manifestasi dari nilai ta’awun, atau saling tolong-menolong. Ia menegaskan bahwa keberhasilan takaful harus diukur dari sejauh mana ia mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan sosial, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai Ketua Harian MES, Ferry optimistis ekonomi syariah Indonesia akan terus tumbuh, tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen, inovator, dan pusat pertumbuhan global. “Oleh karena itu kami memohon dukungan dari gerakan ekonomi syariah dan pemangku kepentingan terkait agar upaya ini dapat mendorong perubahan keadaan masyarakat di desa agar lebih sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam acara yang sama, dilakukan penandatanganan dua nota kesepahaman antara Menara Syariah dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Menara Syariah dengan MES. Kerja sama ini mencakup rencana sinergi dan kolaborasi pengembangan ekosistem industri keuangan syariah dan takaful di Indonesia dan Malaysia, serta menjadikan Menara Syariah sebagai simbol utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, berharap agar sinergi dan kesepakatan yang terjalin dapat benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata. Ia menilai potensi pengembangan ekonomi syariah dan takaful di Indonesia sangat besar, namun selama ini belum dioptimalkan. Untuk itu, diperlukan kerja kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk MES dan UUM.

Dekan Islamic Business School UUM, Selamah Maamor, menambahkan bahwa rencana kerja sama pengembangan industri ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia telah digagas sejak tahun 2024. Ia bersyukur kolaborasi kedua negara akhirnya dapat terwujud dan diperkuat dengan keterlibatan MES dalam misi besar tersebut. “Kami dari Malaysia akan bersama dengan industri di Indonesia untuk memastikan bahwa industri asuransi syariah dan ekonomi bisa terwujud lebih baik dan lebih maju,” ujar Maamor.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Dewan Pakar PP Muhammadiyah Aries Muftie, Dekan UUM Asmadi Mohamed Naim, Pengurus Pusat MES Boy Rafly Amar, serta Sekretaris Jenderal MES yang juga menjabat sebagai Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Ari Permana.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar