Jaringan media Al Jazeera mendesak komunitas internasional dan lembaga hukum terkait untuk segera mengambil tindakan terhadap pejabat Israel yang dinilai bertanggung jawab atas kematian jurnalis dan staf medianya di Jalur Gaza. Desakan ini muncul menyusul tewasnya Ahmed Washah, seorang juru kamera Al Jazeera Mubasher, dalam serangan yang menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, 20 Juni 2026, Al Jazeera mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan akan menempuh seluruh jalur hukum untuk menuntut pihak yang dianggap bertanggung jawab. Ahmed Washah diketahui merupakan saudara dari Mohammed Washah, koresponden Al Jazeera Mubasher yang tewas dalam serangan terpisah dua bulan sebelumnya.
Kematian Ahmed Washah menambah daftar panjang korban dari kalangan jurnalis. Al Jazeera mencatat, sejak Oktober 2023, sebanyak 12 staf dan pekerja medianya telah tewas di Gaza. Jaringan media yang berbasis di Qatar itu mengecam apa yang disebutnya sebagai “kelanjutan kejahatan yang dilakukan pasukan pendudukan Israel” terhadap para koresponden dan stafnya di wilayah konflik tersebut.
Al Jazeera kembali mendesak komunitas internasional dan lembaga hukum untuk mengambil langkah nyata guna menghukum pejabat Israel yang dinilai terlibat dalam kematian para jurnalis. Selain itu, mereka juga meminta penerapan mekanisme yang dapat mencegah terulangnya penargetan terhadap pekerja media di masa mendatang.
Di tengah tekanan dan risiko keamanan yang tinggi, Al Jazeera menegaskan komitmennya untuk terus meliput perkembangan di Jalur Gaza. Jaringan media itu menyatakan akan tetap menjalankan tugas jurnalistiknya meskipun menghadapi apa yang mereka sebut sebagai upaya membungkam peliputan dan penargetan terhadap jurnalis yang bekerja di zona konflik.
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa sebanyak 262 jurnalis dan pekerja media telah tewas sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Dalam pernyataan yang dirilis pada 3 Mei lalu, lembaga tersebut menyebut tingginya jumlah korban jurnalis mencerminkan apa yang mereka nilai sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara Palestina dan menghalangi informasi dari Gaza menjangkau dunia internasional.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Resmi Potong 50 Persen Pajak Tiket Bioskop untuk Film Nasional
Polrestabes Makassar Amankan 52 Orang dalam Penggerebekan Judi Sabung Ayam, Enam Tersangka Termasuk Pengacara
Gibran Tegaskan Pembangunan Kini Indonesia Sentris, Bukan Lagi Jawa Sentris
Pramono Anung Buka Akses Transportasi dan Wisata Gratis untuk Seluruh Pemilik KTP Indonesia saat HUT ke-499 Jakarta