AS dan Iran Gelar Perundingan Teknis di Swiss pada 21 Juni, Difasilitasi Pakistan dan Qatar

- Minggu, 21 Juni 2026 | 09:00 WIB
AS dan Iran Gelar Perundingan Teknis di Swiss pada 21 Juni, Difasilitasi Pakistan dan Qatar

Pembicaraan tingkat teknis antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di resor pegunungan mewah Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni mendatang, sebagai kelanjutan dari kesepakatan awal yang telah ditandatangani kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Pakistan, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (20/6), mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad. “Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad, pembicaraan tingkat teknis akan dilaksanakan di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dalam forum itu, delegasi Amerika Serikat dan Iran akan duduk bersama, difasilitasi oleh mediator dari Pakistan dan Qatar. Kehadiran para mediator ini menjadi krusial untuk menjaga dinamika negosiasi tetap kondusif di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.

Sebelumnya, perundingan direncanakan dimulai pada Jumat (19/6), tetapi harus ditunda. Penyebabnya adalah pertempuran yang berkecamuk antara Israel dan gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, di wilayah Lebanon. Situasi keamanan yang memburuk di kawasan Timur Tengah itu memaksa jadwal ulang pertemuan.

Nota kesepahaman yang menjadi landasan pembicaraan teknis ini telah rampung disusun pada 14 Juni lalu. Kedua negara kemudian menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh pada malam sebelum 18 Juni. Isinya menjamin pengakhiran konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Memorandum tersebut memberikan tenggat waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk menegosiasikan kesepakatan akhir. Agenda utama yang akan dibahas mencakup isu program nuklir Iran serta sanksi yang selama ini diberlakukan oleh Amerika Serikat. Selain itu, nota kesepahaman juga mengatur jadwal pencabutan blokade angkatan laut oleh AS dan pemulihan pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar