Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Al Jazeera Kecam Pelanggaran Hukum Internasional

- Minggu, 21 Juni 2026 | 02:55 WIB
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Al Jazeera Kecam Pelanggaran Hukum Internasional

Serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah kembali merenggut nyawa seorang jurnalis. Ahmed Wishah, juru kamera Al Jazeera, tewas dalam serangan yang menyasar sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij pada Sabtu, 20 Juni 2026. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari jaringan media internasional tersebut, yang menuding aksi militer Israel sebagai pelanggaran sistematis terhadap hukum internasional.

Dalam pernyataan resminya, Al Jazeera mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan” terhadap koresponden mereka. Jaringan media yang berbasis di Qatar itu menegaskan bahwa serangan terhadap Wishah merupakan pelanggaran baru dan terang-terangan terhadap semua norma internasional. “Ini mencerminkan kebijakan sistematis yang berkelanjutan untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sementara itu, militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah melancarkan serangan yang menewaskan Wishah. Namun, pihak militer memberikan narasi yang berbeda dengan menuding korban sebagai bagian dari kelompok perlawanan Palestina. “IDF mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Ahmed Wishah, yang merupakan teroris Hamas,” kata seorang juru bicara militer Israel kepada AFP.

Klaim tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Juru bicara militer Israel hanya menyatakan bahwa pernyataan dengan detail lebih lanjut akan dikeluarkan di kemudian hari. Tidak ada penjelasan langsung mengenai keterkaitan Wishah dengan operasi militer Hamas atau bukti lain yang mendukung tuduhan tersebut.

Di sisi lain, laporan dari Gaza menyebutkan bahwa setidaknya sepuluh orang tewas dalam serangan Israel di seluruh wilayah kantong Palestina pada hari yang sama. Serangan yang menewaskan Wishah terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung, di mana jurnalis lokal kerap menjadi korban dalam operasi militer. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pekerja media saat meliput konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags