Jemaah Haji Napak Tilas Gua Hira, Saksi Bisu Turunnya Wahyu Pertama

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:30 WIB
Jemaah Haji Napak Tilas Gua Hira, Saksi Bisu Turunnya Wahyu Pertama

Di sela-sela menjalankan ibadah, sejumlah jemaah haji dan umrah menyempatkan diri menapaki Jabal Nur, sebuah gunung yang menyimpan Gua Hira di puncaknya. Tempat bersejarah ini bukan sekadar destinasi wisata religi biasa, melainkan lokasi yang menandai momen paling monumental dalam sejarah Islam.

Gua Hira dikenal luas sebagai tempat pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Peristiwa agung yang menjadi awal turunnya Al-Qur’an itu menjadikan gua ini sebagai salah satu situs yang paling dihormati dan banyak dikunjungi oleh umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.

Letaknya yang berada di ketinggian membuat para peziarah harus menempuh perjalanan mendaki dengan tenaga ekstra. Meski demikian, antusiasme jemaah untuk mencapai gua tersebut tetap tinggi, terutama karena nilai spiritual dan sejarah yang melekat kuat di dalamnya.

Sementara itu, jurnalis KompasTV, Sofyan Hartanto, yang tergabung dalam Media Center Haji 2026, melaporkan langsung dari Makkah, Arab Saudi, mengenai pengalaman jemaah yang mengunjungi lokasi tersebut. Menurutnya, suasana di sekitar Jabal Nur terasa khusyuk, dipenuhi oleh jemaah yang berzikir dan merenungi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Keberadaan Gua Hira menjadi pengingat akan awal mula risalah kenabian yang mengubah peradaban manusia. Bagi para jemaah, mengunjungi tempat ini bukan hanya sekadar napak tilas, melainkan juga bentuk penghayatan spiritual yang memperkuat keimanan di Tanah Suci.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar