Penikaman di Mal Krasnodar, Satu Wanita Tewas dan Lima Luka-Luka, Pelajar 19 Tahun Ditangkap

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:35 WIB
Penikaman di Mal Krasnodar, Satu Wanita Tewas dan Lima Luka-Luka, Pelajar 19 Tahun Ditangkap

Seorang wanita tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam aksi penikaman yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Krasnodar, Rusia. Insiden berdarah itu mengguncang kawasan tersebut pada akhir pekan lalu dan kini tengah dalam penyelidikan intensif oleh otoritas setempat.

Komite Investigasi Rusia, lembaga yang menangani kejahatan berat, menyatakan bahwa pelaku adalah seorang pria muda berusia 19 tahun yang menyerang pengunjung mal dengan menggunakan pisau. Dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Sabtu, 20 Juni 2026, komite tersebut mengonfirmasi bahwa satu orang perempuan meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Pelaku telah berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian. Otoritas setempat menyebutkan bahwa tersangka saat ini akan menjalani serangkaian tes kejiwaan untuk mengetahui kondisi mentalnya. Sementara itu, penyelidikan atas dugaan pembunuhan telah resmi dibuka.

Gubernur Daerah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, mengungkapkan bahwa lima korban luka kini tengah mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit daerah dan kota setempat. “Menurut laporan awal, lima orang terluka. Mereka saat ini menerima bantuan medis di rumah sakit daerah dan kota,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Hingga saat ini, motif di balik serangan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Sebuah video yang beredar melalui media Rusia, Ostorozhno Novosti, memperlihatkan momen interogasi singkat terhadap tersangka sesaat setelah penangkapan. Dalam rekaman itu, pelaku mengaku bahwa dirinya “muak dengan hidupnya”, namun belum ada pernyataan lebih lanjut yang mengaitkan pengakuan tersebut dengan latar belakang aksi kekerasan yang dilakukannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags