Kenaikan harga daging ayam ras meluas di sejumlah daerah, sementara harga daging sapi secara nasional telah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dua komoditas ini menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai wilayah.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa daging ayam ras dan daging sapi merupakan dua bahan pokok yang perlu diwaspadai. Rata-rata harga nasional daging ayam ras saat ini berada di angka Rp 39.712 per kilogram. Meski masih sedikit di bawah ambang HAP, laju peningkatannya sangat cepat dan kenaikan IPH-nya sudah meluas ke 188 kabupaten/kota.
Beberapa wilayah bahkan mencatat lonjakan ekstrem. Di Kabupaten Bangka Selatan, perubahan IPH daging ayam ras menembus 34,58 persen, sementara di Kota Binjai mencapai 29,78 persen dengan harga yang sudah berada 5 persen di atas HAP.
Lonjakan harga di daerah umumnya dipicu oleh dinamika pasokan dan lonjakan permintaan. Di Bangka Selatan, kenaikan terjadi karena masyarakat beralih mengonsumsi ayam akibat cuaca buruk yang mengganggu aktivitas nelayan. Sementara di Binjai, dipicu oleh kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pasca-libur sekolah.
Selain ayam ras, BPS memberi catatan khusus pada daging sapi. Pada minggu pertama Agustus 2026, rata-rata harga daging sapi nasional menyentuh Rp 143.137 per kilogram, jauh di atas kisaran HAP. Tekanan harga tertinggi terpantau di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Melawi, di mana harga jualnya melonjak belasan hingga puluhan persen di atas HAP.
BPS menekankan agar pemerintah daerah segera melakukan intervensi pasar untuk meredam laju kenaikan harga. Secara keseluruhan, BPS mencatat 161 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH dan 65 kabupaten/kota mengalami kenaikan. Artinya, jumlah daerah yang mengalami penurunan masih lebih banyak dibandingkan yang mengalami kenaikan.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Masuk Fase Aging Population, Proporsi Lansia Capai 11,97 Persen
Membaca Angka Pengangguran di Balik Statistik BPS
Menhaj: Ekspektasi Tinggi Jemaah Metropolitan Pengaruhi Skor Kepuasan Embarkasi Jakarta-Bekasi
BPS: Jumlah Penduduk Bekerja Naik 522 Ribu Orang per Mei 2026