Musim kemarau dan cuaca panas yang mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah heat stroke, kondisi darurat medis akibat sengatan panas yang menyebabkan suhu tubuh melonjak drastis hingga 40 derajat Celsius atau lebih dalam waktu singkat.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang keliru membedakan heat stroke dengan demam biasa. Dokter spesialis kedokteran keluarga dan layanan primer, dr Siti Rizki Fauziah Sp.KKLP, menegaskan bahwa kesalahan dalam penanganan justru dapat memperburuk kondisi anak dan memicu komplikasi serius. Menurutnya, prioritas utama saat menghadapi heat stroke adalah menurunkan suhu tubuh secepat mungkin dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.
"Ketika anak sudah mulai berkeringat banyak, terlihat kepanasan, atau mulai mengeluhkan tubuhnya tidak nyaman, sebaiknya segera dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk. Kalau memungkinkan masuk ke ruangan ber-AC, berikan kesempatan untuk beristirahat dan minum," kata dr Siti dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (19/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika anak telah menunjukkan tanda-tanda seperti penurunan kesadaran, kebingungan, atau suhu tubuh yang sangat tinggi, kondisi tersebut harus dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Dalam situasi seperti ini, orang tua tidak dianjurkan menunda penanganan dengan berbagai metode rumahan yang belum tentu tepat.
Sambil menunggu bantuan medis atau dalam perjalanan menuju rumah sakit, beberapa langkah awal dapat dilakukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak. Langkah tersebut meliputi memindahkan anak ke tempat yang teduh dan sejuk, melepaskan pakaian yang berlapis atau terlalu ketat, serta membasahi tubuh anak dengan air biasa atau air sejuk.
"Basahi seluruh tubuh anak menggunakan kain atau spons yang direndam air biasa atau air sejuk, kemudian bantu proses penguapan dengan kipas angin. Kompres juga dapat diberikan pada area yang banyak terdapat pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Cara ini membantu mempercepat pelepasan panas dari tubuh sambil menunggu penanganan medis lebih lanjut," ujar dr Siti yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Integrasikan Enam Moda Transportasi di Dukuh Atas, Target Rampung Akhir 2028
Ivan Ortola Menangi GP Ceko Usai Salip David Alonso di Tikungan Terakhir
Pengemudi Ojol di Jakarta Rela Nonaktifkan Aplikasi Demi Temani Tiga Anak Bermain di Taman Bendera Pusaka
Hakim Maafkan Ibu di Buton yang Aniaya Pemerkosa Anaknya, Tak Dijatuhi Hukuman