PT KBI Dukung Penuh Peluncuran Gudang Sistem Resi Gudang Berbasis Rel di Gedebage untuk Perkuat Logistik Komoditas

- Kamis, 18 Juni 2026 | 22:45 WIB
PT KBI Dukung Penuh Peluncuran Gudang Sistem Resi Gudang Berbasis Rel di Gedebage untuk Perkuat Logistik Komoditas

Peluncuran awal gudang Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel di kawasan Stasiun Gedebage, Bandung, resmi didukung penuh oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI). Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional melalui integrasi sistem penyimpanan dengan moda transportasi kereta api.

Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menegaskan bahwa implementasi SRG berbasis rel merupakan wujud sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas di tanah air. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya melibatkan PT KBI, tetapi juga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, dan PT ASLI Logistik Indonesia.

"PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen untuk terus mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional. Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel," ujar Budi dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Gudang SRG Gedebage sendiri merupakan aset milik PT KAI yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia. Adapun pengelolaan operasional gudang dipercayakan kepada PT Sucofindo. Keberadaan gudang ini dinilai strategis karena mampu menghubungkan penyimpanan komoditas dengan jaringan transportasi rel, sehingga distribusi dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ke depan, gudang tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga dirancang menjadi pusat logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan internasional. Pada tahap awal, Gudang SRG Gedebage akan mendukung penyimpanan kopi Java Preanger, salah satu komoditas unggulan Jawa Barat yang telah dikenal luas di pasar global. Pengembangan SRG berbasis rel diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas ekspor.

Sementara itu, potensi besar komoditas kopi juga tercermin dari data registrasi PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi mendominasi registrasi dalam sistem IsWare Next Gen dengan porsi mencapai 47 persen dari total komoditas yang tercatat. Capaian ini menunjukkan tingginya pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi, baik untuk pengelolaan stok maupun akses pembiayaan.

Untuk meningkatkan layanan registrasi, PT KBI terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan sistem IsWare Next Gen. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas registrasi, mempermudah verifikasi kualitas dan kuantitas komoditas, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem SRG.

Komitmen PT KBI juga diperkuat melalui partisipasi dalam ajang WIITEX 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam forum tersebut, PT KBI bertemu dengan pelaku usaha dan pembeli internasional dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman. Ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan optimalisasi SRG sebagai instrumen pendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional," tutup Budi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini