Komisi VI DPR Tinjau Langsung PHR di Minas, Optimistis Target Produksi 400 Ribu Barel per Hari Tercapai

- Kamis, 18 Juni 2026 | 20:05 WIB
Komisi VI DPR Tinjau Langsung PHR di Minas, Optimistis Target Produksi 400 Ribu Barel per Hari Tercapai

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade, memimpin langsung kunjungan kerja spesifik ke wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Minas, Kabupaten Siak, Riau, untuk memastikan upaya peningkatan produksi minyak nasional berjalan sesuai target pemerintah menuju swasembada energi. Kunjungan yang berlangsung pada 18 hingga 20 Juni 2026 dalam rangka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 ini melibatkan sejumlah mitra strategis Komisi VI DPR RI, yakni Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR). Andre Rosiade bertindak sebagai Ketua Tim, didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto serta anggota lainnya, antara lain Budi Sulistyono, GM Totok Hedisantosa, Firnando H. Ganinduto, Asep Wahyuwijaya, Imas Aan Ubudiah, H. Iskandar, H. Askweni, dan Dr. H. Achmad.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, beserta jajaran manajemen. Andre Rosiade menegaskan bahwa kedatangan Komisi VI ke Blok Rokan bukan sekadar agenda pengawasan rutin, melainkan untuk melihat langsung langkah konkret yang dilakukan PHR dalam meningkatkan produksi minyak nasional di tengah tantangan penurunan lifting migas.

“Kami sengaja datang ke PHR, khususnya ke Minas, karena ingin mengetahui secara langsung langkah-langkah konkret yang dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak. Alhamdulillah, berbagai inovasi yang dilakukan sudah menunjukkan hasil positif,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Andre, salah satu terobosan yang membuahkan hasil adalah penerapan teknologi injeksi kimia. Dalam satu bulan terakhir, terjadi tambahan produksi, dan khusus Lapangan Minas diproyeksikan mampu menambah sekitar 2.000 barel per hari hingga akhir 2026. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi tersebut menjadi bagian penting dari peta jalan besar PHR untuk mengembalikan kejayaan Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi minyak nasional.

“Prediksinya, wilayah Minas bisa mencapai produksi sekitar 70 ribu barel per hari pada 2028-2029. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, target produksi Blok Rokan sebesar 400 ribu barel per hari pada 2034 sangat realistis untuk dicapai,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat tersebut.

Andre mengungkapkan, berdasarkan paparan manajemen PHR, hampir seluruh teknologi terbaik yang digunakan industri migas dunia saat ini telah diterapkan untuk mendongkrak produksi. Setelah mengambil alih pengelolaan dari Chevron, Pertamina tidak hanya meningkatkan jumlah pengeboran sumur secara masif, tetapi juga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk mengoptimalkan cadangan yang ada. “Dulu pengeboran hanya puluhan sumur per tahun. Sekarang sudah ratusan sumur setiap tahun. Ditambah lagi dengan berbagai inovasi teknologi yang terus dikembangkan. Kami optimistis target-target yang ditetapkan bisa tercapai,” kata Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI juga melakukan diskusi mendalam dengan jajaran PHR mengenai berbagai tantangan pengembangan lapangan migas nasional. Andre menilai langkah yang dilakukan PHR saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. “Menurut saya, teman-teman di PHR sudah on the track. Tugas kita di DPR adalah mengawal dan memberikan dukungan agar seluruh program peningkatan produksi bisa berjalan maksimal. Harapan besarnya tentu swasembada energi pada 2029 dapat terwujud sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Andre.

Sementara itu, Andre juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi minyak domestik di tengah target lifting minyak nasional pada 2027 yang berada pada kisaran 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari. Menurutnya, pemerintah saat ini telah menyiapkan berbagai terobosan strategis, termasuk percepatan hilirisasi dan implementasi program biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. “Pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat. Selain meningkatkan produksi minyak, pemerintah juga melakukan hilirisasi dan mendorong penggunaan energi alternatif seperti B50 untuk menekan impor BBM yang selama ini menyedot devisa negara dalam jumlah sangat besar,” katanya.

Andre menegaskan bahwa keberhasilan PHR sangat menentukan masa depan ketahanan energi Indonesia. Saat ini, sekitar seperempat produksi minyak nasional berasal dari wilayah kerja Rokan, sehingga setiap peningkatan produksi di blok tersebut akan memberikan dampak signifikan bagi pencapaian target energi nasional. “Karena itu, Komisi VI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pertamina Hulu Rokan. Blok Rokan adalah aset strategis bangsa yang harus terus diperkuat untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia,” tutup Andre.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar