Iran dipastikan akan segera kembali memasuki pasar minyak global setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan Amerika Serikat. Seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pencabutan sanksi terhadap penjualan minyak Iran akan mulai berlaku segera setelah dokumen kesepakatan ditandatangani pada pekan ini.
Menurut informasi yang diperoleh, pencabutan sanksi tidak hanya terbatas pada sektor minyak. Lebih dari itu, sanksi terhadap layanan perbankan, transportasi, dan asuransi yang selama ini menghambat transaksi juga akan dihapus untuk memfasilitasi kelancaran penjualan. Namun, pejabat tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini tidak diberikan secara cuma-cuma.
"Ini adalah kesepakatan berbasis kinerja," ujar pejabat tersebut.
"Iran hanya dapat mengakses manfaat dari MoU jika mereka mematuhi semua poin yang telah mereka sepakati termasuk tidak memiliki senjata nuklir, menetralkan pasokan uranium yang diperkaya, dan tidak mengganggu arus navigasi bebas di Selat Hormuz," katanya menambahkan.
Langkah ini menjadi titik balik dalam hubungan kedua negara yang telah lama dibekap ketegangan. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 dengan tuduhan bahwa Tehran mengembangkan senjata nuklir. Sejak saat itu, Iran konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.
Sementara itu, analis minyak Brett Erickson memperkirakan Iran memiliki lebih dari 100 juta barel minyak yang saat ini disimpan di kapal tanker. Dengan demikian, negara itu dapat langsung menjual pasokan tersebut begitu sanksi dicabut. Potensi ini dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global.
Seorang pejabat senior Iran juga mengonfirmasi kepada Reuters pada Minggu lalu bahwa draf akhir nota kesepahaman dengan AS mencakup pencabutan sanksi minyak untuk jangka waktu tertentu. Hal ini memungkinkan Tehran untuk menjual minyak dan menerima pendapatan secara langsung. Setelah kesepakatan final tercapai, seluruh sanksi AS terhadap Iran dijadwalkan akan dicabut secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.
Artikel Terkait
Victor Dethan Tinggalkan PSM Makassar, Arema FC, Dewa United, dan Persebaya Berebut Winger Muda
Dua Pemuda Babak Belur Dihakimi Warga Usai Gagal Curi Motor di Parung Panjang
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Dinilai Jadi Katalis Positif Aliran Dana Asing
Kebakaran Rumah di Kemayoran, 18 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Pendinginan