Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Satu Tewas dan Ribuan Warga Terdampak

- Rabu, 17 Juni 2026 | 11:45 WIB
Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Satu Tewas dan Ribuan Warga Terdampak

Proses pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah masih terus berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga saat ini, satu orang ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Sigi, sementara ribuan warga lainnya terdampak langsung oleh bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers pada Rabu, 17 Juni 2026, mengungkapkan bahwa jumlah warga yang terdampak mencapai 1.834 kepala keluarga atau setara dengan 5.784 jiwa. “Untuk korban terdampak ada sekitar 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa,” jelasnya.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Data sementara mencatat sebanyak 73 orang menderita luka ringan dan tiga orang lainnya mengalami luka berat di berbagai wilayah yang terkena guncangan.

Rincian sebaran dampak menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan jumlah terdampak paling besar, yakni sebanyak 1.813 kepala keluarga. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 kepala keluarga terdampak. Adapun kasus luka ringan dilaporkan terjadi di Kota Palu sebanyak dua kasus dan satu kasus di Kabupaten Poso.

Abdul Muhari menambahkan bahwa peta sebaran wilayah terdampak mengonfirmasi Kabupaten Sigi sebagai daerah yang paling signifikan mengalami kerusakan. “Fokus daerah yang terdampak cukup signifikan yaitu di Kabupaten Sigi, ada tujuh kecamatan dan 30 desa terdampak,” ujarnya.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 ini berpusat di darat dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. Guncangan terjadi pada pukul 10.27 WIB, Selasa, 16 Juni 2026, dan dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, meskipun tidak semua daerah merasakannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sedikitnya 118 gempa susulan. Meski demikian, pihak BMKG memastikan bahwa gempa darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar