Harga Emas Menguat Imbas Meredanya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

- Rabu, 17 Juni 2026 | 07:30 WIB
Harga Emas Menguat Imbas Meredanya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (16/6/2026) seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Kondisi itu dipicu oleh kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak serta meredakan kekhawatiran terhadap inflasi.

Emas spot naik 0,52 persen ke posisi USD4.331,28 per troy ons. Pada perdagangan sebelumnya, harga logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni lalu.

Kesepakatan sementara itu diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Isinya memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada April selama 60 hari tambahan. Kesepakatan tersebut juga membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang secara efektif diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

“Yang mendukung pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek kesepakatan antara AS dan Iran terkait penghentian perang,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.

“Apa yang kami lihat akibat perkembangan tersebut adalah suku bunga jangka pendek turun, harga energi melemah, dan kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini menjadi lebih kecil,” lanjutnya.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent untuk pertama kalinya sejak awal Maret turun di bawah USD80 per barel. Anjloknya harga minyak hampir 5 persen pada Senin lalu terjadi setelah pengumuman kesepakatan sementara tersebut.

Pasar kini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 60 persen, turun dari sekitar 70 persen pada pekan sebelumnya berdasarkan perangkat CME FedWatch. Sebelumnya, harga emas sempat tertekan akibat perang AS-Israel dengan Iran karena lonjakan harga minyak meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tertekan dalam kondisi suku bunga tinggi. Pelaku pasar kini menantikan serangkaian pertemuan bank sentral pada pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed pada Rabu. Keputusan itu menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Sementara itu, harga perak spot naik 0,3 persen menjadi USD70,22 per ons. Harga platinum menguat 2,8 persen ke posisi USD1.816,65 per ons, sedangkan paladium naik 0,7 persen menjadi USD1.358,06 per ons.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar