Tanggul Muara Baru Rembes, Pemprov DKI Pastikan Dinas SDA Turun Tangan

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Tanggul Muara Baru Rembes, Pemprov DKI Pastikan Dinas SDA Turun Tangan

Jalan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan setelah kondisi jalan yang becek diduga akibat rembesan air laut dari tanggul dan retakan jalan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat permukaan air laut lebih tinggi dari area pemukiman di sekitar lokasi, yang bersebelahan dengan Rumah Pompa Waduk Pliut.

Air tampak muncul ke permukaan jalan melalui retakan dan rembesan di salah satu sisi tanggul, membuat jalan di kawasan itu tak pernah kering. Fenomena ini pun memicu respons cepat dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memastikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) akan segera mengecek dan memantau kondisi tanggul tersebut.

"Tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya enggak terjadi seperti yang lalu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pramono mengaku mengikuti perkembangan di Muara Baru dan membenarkan adanya rembesan kecil di tanggul. "Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil, tapi memang merembes," lanjutnya.

Ia menjelaskan, permukaan air laut yang sempat lebih tinggi dibanding kawasan permukiman dipengaruhi oleh fenomena air rob yang terjadi beberapa hari terakhir. Namun, menurutnya, kondisi tersebut kini sudah berangsur normal. "Kenapa kemudian permukaannya lebih tinggi? Memang kemarin-kemarin ini ada yang disebut dengan air rob, sehingga permukaannya mengalami kenaikan. Tapi kalau dilihat hari ini sebenarnya sudah turun kembali," ujarnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI tidak akan mengabaikan kondisi tanggul di Muara Baru. Ia telah meminta Dinas SDA untuk melakukan pengecekan dan pemantauan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius. Berdasarkan laporan yang diterimanya, rembesan yang terjadi saat ini belum berada pada tingkat yang membahayakan. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik meski pemerintah tetap melakukan pengawasan.

"Tetapi alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags