Wall Street Beragam di Tengah Penurunan Harga Minyak, Investor Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

- Rabu, 17 Juni 2026 | 07:20 WIB
Wall Street Beragam di Tengah Penurunan Harga Minyak, Investor Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

Wall Street ditutup dengan hasil beragam pada Selasa (16/6/2026) di tengah merosotnya harga minyak yang meredam euforia dari sesi sebelumnya. Pasar sebelumnya sempat terangkat oleh kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, namun para investor kini memilih bersikap hati-hati sambil menunggu detail lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut.

Sementara itu, pelaku pasar juga mengarahkan perhatian pada keputusan penting Federal Reserve terkait suku bunga. Pertemuan komite kebijakan moneter ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan ketua baru, Kevin Warsh. Bank sentral Amerika Serikat itu diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga saat ini, sembari menerbitkan serangkaian pembaruan proyeksi ekonomi.

Indeks acuan S&P 500 tercatat turun 0,6 persen ke level 7.512,15 poin, sementara NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi merosot 1,2 persen menjadi 26.376,34 poin. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru mencatat sejarah dengan naik 0,6 persen dan ditutup di atas 52.000 poin untuk pertama kalinya, tepatnya pada rekor tertinggi 52.002,94 poin.

Sektor teknologi dan energi menjadi dua sektor dengan kinerja terburuk di antara 11 sektor dalam S&P 500. Para trader melakukan rotasi besar-besaran dari saham teknologi, sementara penurunan harga minyak turut menekan sektor energi.

“Kisah pasar utama hari ini adalah rotasi yang terus berlanjut. Sementara sektor teknologi mengalami penurunan, kita melihat pergerakan pasar yang kuat di sektor keuangan, industri, dan real estate. Ini adalah tanda ketahanan ekonomi di samping meredanya kekhawatiran inflasi karena harga minyak yang lebih rendah,” ujar Keith Lerner, Kepala Investasi dan Kepala Strategi Pasar di Truist.

Di luar itu, para investor juga menanti hasil pertemuan The Fed untuk melihat apakah ketua baru akan menolak perkiraan pasar saat ini mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun. “Kami tidak melihat kenaikan suku bunga sebagai hal yang mungkin terjadi,” tambah Lerner.

Dari sisi energi, harga minyak Brent turun di bawah 80 dolar AS per barel pada Selasa. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali sepenuhnya. Perwakilan Washington dan Teheran dijadwalkan bertemu di Swiss pada Jumat mendatang untuk menandatangani nota kesepahaman antara kedua pihak yang sebelumnya terlibat konflik.

Presiden Donald Trump telah mengisyaratkan bahwa selat tersebut, yang secara efektif ditutup sejak akhir Februari, sudah mulai dibuka sebagian. “Kapal-kapal mulai berlayar sekarang, dan pada hari Jumat akan dibuka sepenuhnya,” katanya kepada wartawan di sela-sela pertemuan G7 di Prancis.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar