Konflik antara Herawati dan Rien Wartia Trigina, yang juga dikenal sebagai Erin Wartia, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun Erin adalah pihak yang pertama kali dilaporkan oleh mantan asisten rumah tangganya itu, justru ibu tiga anak tersebut yang menolak untuk berdamai.
Di sisi lain, Herawati justru membuka peluang untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Dalam pernyataannya belum lama ini, ia mengungkapkan bahwa telah ada pembicaraan mengenai restorative justice terkait kasus penganiayaan yang dilaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ia pun mengaku telah berlapang dada untuk menempuh jalur damai dengan Erin.
"Sebenarnya sih bersedia memaafkan, yang penting kan ada iktikad baiknya dari pihak sana," ujar Herawati.
Herawati mengajukan tiga syarat utama untuk mencapai perdamaian. Pertama, Erin diminta menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas perbuatan yang telah dilakukan.
"Iya, permintaan maaf dari Bu Erin ya, dan jangan mengulanginya lagi," kata Hera.
Kedua, Herawati meminta agar Erin mengembalikan barang-barang pribadi miliknya serta gaji selama 28 hari yang belum dibayarkan. "Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua," jelasnya.
Jika semua syarat itu dipenuhi, Herawati menyatakan tidak akan ragu untuk mencabut laporan dugaan penganiayaan yang telah diajukan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Sementara itu, Herawati diketahui telah menunjuk pengacara tambahan, Deolipa Yumara, untuk membantu proses restorative justice. Menurut Deolipa, perdamaian dapat dilakukan di luar jalur penyelidikan kepolisian, namun tetap berdasarkan ketentuan yang telah disepakati.
"Kalau terjadi restorative justice, ada hal-hal khusus yang kemudian dilaksanakan di belakang layar. Karena keadilan ini kan enggak serta-merta harus masuk ke dalam wilayah persidangan. Keadilan ini tercapai kalau kemudian misalnya kedua belah pihak merasa ada yang tadinya tidak beres, kesalahpahaman kemudian bisa kemudian mendapatkan suatu kesesuaian ya," tutur Deolipa.
Artikel Terkait
12,7 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Cisadane dalam Aksi Berskala Besar Peringati Hari Lingkungan Hidup
BCA Gaet Pelaku Pariwisata Singapura dan Malaysia untuk Perluas Pasar Mancanegara Desa Wisata Binaan
Pemerintah Dukung Penuh Proses Hukum KPK di Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA yang Seret Wamen Imigrasi
Cadangan Devisa Jepang Anjlok Rp1.390 Triliun Imbas Intervensi Perkuat Yen