Tiga orang dilaporkan tewas setelah sebuah pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan Ukraina menghantam wilayah Donetsk, kawasan yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Insiden tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan udara yang terus meningkat antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan yang diterima, serangan itu terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026, di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kepala wilayah Donetsk yang ditunjuk Rusia, Denis Pushilin, mengonfirmasi bahwa ketiga korban jiwa merupakan pekerja dari sebuah perusahaan penyedia air bersih di daerah tersebut.
Menurut Pushilin, para korban tengah berada di dalam kendaraan ketika drone menghantam lokasi mereka. Selain menewaskan tiga orang, serangan itu juga mengakibatkan satu warga lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Sementara itu, Ukraina kembali menjadi sasaran serangan udara Rusia. Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melalui kanal Telegram resminya, menyampaikan bahwa dua perempuan sipil berusia 50-an dan 80 tahun mengalami luka-luka akibat serangan yang berlangsung semalaman. Keduanya kini dalam penanganan tim medis setempat.
Peristiwa terbaru ini menegaskan bahwa konflik udara antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung di berbagai titik garis depan. Donetsk, yang merupakan bagian dari wilayah Ukraina, telah dikuasai sebagian besar oleh pasukan Rusia sejak invasi dimulai. Di sisi lain, Zaporizhzhia kerap menjadi sasaran serangan udara dan drone dari kedua belah pihak, menjadikannya salah satu zona paling rawan dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Artikel Terkait
Israel Tutup Paksa Masjid Ibrahimi di Hebron Tanpa Batas Waktu, Palestina Kecam Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Satgas Desak Kementerian Percepat Administrasi dan Revisi Anggaran demi Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Austria dan Hungaria Usai Lawatan di Prancis
IESR Sebut Tiga Prioritas Kunci Sukseskan Target PLTS 100 GW Pemerintah