PSI Kritik Balik PDIP soal Jokowi Keliling Indonesia: Jangan Khawatir, Itu Agenda Kerinduan Masyarakat

- Jumat, 29 Mei 2026 | 14:16 WIB
PSI Kritik Balik PDIP soal Jokowi Keliling Indonesia: Jangan Khawatir, Itu Agenda Kerinduan Masyarakat

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, yang menyoroti rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk berkeliling Indonesia. Bestari mengaku heran karena kader partai berlambang banteng itu kerap mengeluarkan pernyataan bernada negatif terhadap Jokowi.

Bestari mengaku pada awalnya sepakat dengan pernyataan Guntur yang menyebut PDIP tidak khawatir dengan agenda keliling Jokowi. Menurutnya, kegiatan tersebut hanyalah upaya untuk menjawab kerinduan masyarakat yang pernah merasakan langsung kebijakan dan kedekatan Jokowi saat masih menjabat.

“Justru aneh kalau dia khawatir. Ngapain mesti khawatir? Pak Jokowi itu hanya, apa ya, kalau saya bilang tuh, adalah Presiden ke-7 yang dulu ketika beliau menjabat itu sering blusukan, sehingga ada kerinduan dari kelompok-kelompok masyarakat atau masyarakat secara pribadi yang pernah merasakan kebijakan beliau yang diterapkan di lapangan ketika beliau datang juga menyapa, itu ada kerinduannya beliau datang,” kata Bestari saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut, Bestari menyoroti cara pandang Guntur yang dinilai tidak komprehensif dalam memahami niat Jokowi. Namun, ia memaklumi sikap PDIP yang selalu berpendapat miring sejak ditinggalkan oleh mantan kader mereka tersebut.

“Nggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu,” ucap dia.

Bestari berharap agenda keliling Indonesia ini menjadi momentum bagi Jokowi untuk secara tegas menyatakan posisinya yang kini bersama PSI. Dengan demikian, ia meyakini para pendukung setia Jokowi akan mengalihkan dukungan politik mereka.

“Jadi tanpa mereka (PDIP) sadari sebetulnya ya justru kami di PSI ini bergembira dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti, Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI. Jadi yang dulu selama 10 tahun orang suka sama Pak Jokowi ketika menjabat, hari ini jadi permakluman publik ‘oh, beliau sudah di sini, di PSI bersama PSI, kita jangan lagi milih partai yang itu’, kan begitu,” ujar dia.

“Makanya timbullah kegelisahan-kegelisahan itu. Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana? Ke PSI, sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah gitu,” sambungnya.

Sementara itu, Bestari meminta jajaran PDIP untuk lebih fokus pada urusan internal partai mereka sendiri. Ia secara khusus menyoroti posisi Guntur Romli yang dinilai tidak jelas di struktur kepartaian.

“Sebaiknya dia cukup memperhatikan partainya dia, atau memang dia sudah nggak ada kerjaan di partainya sehingga harus memperhatikan partai orang? Jadi susah gitu. Iya. Ah, saya juga heran sebetulnya dia di PDIP itu sebagai apa sih? Pengurus bukan, apa bukan, atau lagi berlomba-lomba untuk menjadi pengurus gitu kan? Sehingga harus mengeluarkan statement-statement yang tidak berbobot sama sekali yang justru tidak membangun buat partainya,” tegas dia.

Sebelumnya, Guntur Romli menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir dengan rencana Jokowi berkeliling Indonesia. Ia memastikan kegiatan tersebut tidak akan memberikan dampak elektoral bagi PDIP.

“Saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali. Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu alasannya,” kata Guntur saat dihubungi pada hari yang sama.

Guntur juga mengingatkan bahwa ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden sekalipun, dukungannya terhadap PSI tidak mampu membawa partai tersebut lolos ke parlemen. Ia meragukan efektivitas dukungan serupa di masa mendatang.

“Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa,” ucap dia.

Menurut Guntur, kegiatan keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi hanyalah agenda bagi-bagi sembako dan amplop. Ia menilai kegiatan tersebut hanya bertujuan untuk membuat konten di media sosial pribadi Jokowi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar