Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menegaskan bahwa Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 berlangsung secara akuntabel dan menjunjung tinggi integritas. Pernyataan ini disampaikan di tengah publikasi data yang menunjukkan banyak anak rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN) justru tidak lolos seleksi. Menurut Eduart, fenomena tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses seleksi berjalan tanpa intervensi dan sesuai aturan yang berlaku.
Dari total 871.496 pendaftar yang mengikuti SNBT 2026, hanya 256.369 orang yang dinyatakan lolos. Angka ini setara dengan 29,34 persen dari keseluruhan peserta, sebuah persentase yang mencerminkan ketatnya persaingan akibat keterbatasan daya tampung. Eduart menjelaskan bahwa seleksi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ajang pembuktian komitmen terhadap transparansi.
"Kami pastikan pelaksanaan seleksi ini berlangsung akuntabel dan penuh integritas. Buktinya apa? Banyak terdapat anak para rektor pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menentukan kelulusan adalah para rektor itu," ujar Eduart, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan bahwa integritas ini dijaga bukan semata-mata karena proses seleksi, melainkan demi menyongsong visi Indonesia Emas. "Jadi integritas ini benar-benar kami jaga karena ini bukan soal proses seleksi tapi bagaimana menyorong Indonesia emas," sambungnya.
Sementara itu, rincian data kelulusan menunjukkan bahwa dari 256.369 peserta yang diterima, sebanyak 108.488 orang diterima di pilihan pertama. Selanjutnya, 101.584 peserta diterima di pilihan kedua, 32.025 peserta di pilihan ketiga, dan 14.272 peserta di pilihan keempat. Pola distribusi ini menggambarkan bahwa mayoritas peserta berhasil masuk ke program studi yang menjadi prioritas utama mereka.
Di sisi lain, daftar kampus favorit dalam SNBT 2026 didominasi oleh universitas-universitas besar di Indonesia. Untuk kategori PTN Akademik, Universitas Indonesia menempati posisi teratas dengan 100.253 peminat, disusul Universitas Sebelas Maret dengan 91.611 peminat, Universitas Gadjah Mada dengan 84.637 peminat, Universitas Diponegoro dengan 83.373 peminat, dan Universitas Brawijaya dengan 82.613 peminat. Peringkat selanjutnya diisi oleh Universitas Padjadjaran (80.541 peminat), Universitas Airlangga (69.260 peminat), Universitas Negeri Surabaya (67.952 peminat), Institut Pertanian Bogor (66.401 peminat), serta Universitas Negeri Jakarta (63.003 peminat).
Untuk kategori PTN Vokasi, Politeknik Negeri Bandung menjadi yang paling diminati dengan 48.483 pendaftar. Disusul Politeknik Negeri Jakarta dengan 35.093 peminat, Politeknik Negeri Malang dengan 28.411 peminat, Politeknik Negeri Semarang dengan 24.913 peminat, dan Politeknik Negeri Medan dengan 23.564 peminat. Peringkat berikutnya adalah Politeknik Negeri Sriwijaya (23.097 peminat), Politeknik Negeri Padang (18.105 peminat), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (15.336 peminat), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (12.589 peminat), serta Politeknik Negeri Batam (10.399 peminat).
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Hasil Curanmor di Kalideres Dipakai Beli Sabu
Kejagung Tetapkan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Tersangka Obstruction of Justice Kasus Korupsi CPO
Produksi Minyak PHE Tertekan Geopolitik Timur Tengah dan Gangguan Teknis di Blok Rokan
Kejagung Bongkar Peran Eks Anggota Ombudsman dalam Manipulasi Laporan demi Ganggu Penyidikan Korupsi CPO