Polisi Ungkap Hasil Curanmor di Kalideres Dipakai Beli Sabu

- Selasa, 26 Mei 2026 | 01:15 WIB
Polisi Ungkap Hasil Curanmor di Kalideres Dipakai Beli Sabu

Polsek Kalideres mengungkap motif di balik aksi nekat lima anggota komplotan spesialis pencurian sepeda motor yang berhasil ditangkap di kawasan Jakarta Barat. Para pelaku ternyata menggunakan uang hasil penjualan motor curian tersebut untuk membeli dan mengonsumsi narkotika jenis sabu.

"Beberapa tersangka mengungkap bahwa hasil penjualan ini digunakan untuk membeli obat-obat serta sabu, narkotika," kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Rihold memaparkan, motor hasil curian biasanya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp3 juta hingga Rp4 juta per unit, tergantung kondisi dan jenis kendaraan. Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan warga terkait aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada April tahun lalu.

Unit Reskrim Polsek Kalideres yang melakukan penyelidikan bergerak cepat menangkap para eksekutor pencurian sebelum akhirnya meringkus penadah hasil curian tersebut. Kelima pelaku yang ditangkap berinisial RD, PM, MA, YD, dan AH.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari eksekutor hingga penadah. Mereka selalu membekali diri dengan kunci berbentuk huruf T untuk membobol target. Para pelaku mengaku setidaknya sudah beraksi sebanyak tujuh kali di kawasan Tegal Alur, Kalideres, dengan waktu operasi mulai dari sore hari hingga subuh.

Atas perbuatannya, para pelaku kini dijerat Pasal 477 KUHP baru dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Sementara itu, Kapolsek Kalideres mengapresiasi peran aktif Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di kawasan Tegal Alur. Menurutnya, sistem keamanan berbasis warga itu sangat membantu proses penyelidikan pihak kepolisian melalui kesaksian warga yang berpatroli pada malam hari.

"Siskamling ini sangat berperan karena keterangan saksi-saksi salah satunya dari Siskamling, warga kita yang memang berjaga pada malam hari. Ini sangat membantu penyidik kita untuk mengungkap kejadian-kejadian curanmor," ujar Rihold.

Rihold juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam mengamankan kendaraan roda dua mereka. Ia meminta warga tidak segan memanfaatkan layanan darurat kepolisian jika melihat adanya potensi gangguan keamanan.

"Kemudian, tolong masyarakat jika memang ada kejadian, ada gangguan Kamtibmas, segera lapor ke 110. Itu sangat bermanfaat bagi masyarakat karena itu langsung direspons oleh kepolisian terdekat," ucap dia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags