MNC Group Resmi Luncurkan V+Short, Garap Pasar Mikro-Drama Global

- Kamis, 21 Mei 2026 | 20:25 WIB
MNC Group Resmi Luncurkan V+Short, Garap Pasar Mikro-Drama Global

MNC Group resmi merambah bisnis mikro-drama berbasis digital melalui peluncuran aplikasi V Short, sebuah langkah strategis yang disebut sebagai respons terhadap potensi pasar global yang masih sangat terbuka lebar. Ekspansi ini diumumkan langsung oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, dalam gelaran MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026).

Menurut Hary, kondisi ekonomi domestik yang perlu dicermati mendorong perusahaannya untuk tidak hanya bergantung pada pasar Indonesia. Ia menilai bahwa peluang ekspansi ke luar negeri menjadi semakin relevan, terutama ketika banyak negara lain justru mencatat pertumbuhan ekonomi yang pesat.

“Kita tahu bahwa ekonomi kita ini kan dalam posisi yang perlu dicermati. Tapi secara global, banyak ekonomi negara lain itu maju pesat,” ujar Hary.

Oleh karena itu, MNC Group mulai menyusun strategi untuk memperluas jangkauan bisnis ke panggung internasional. Salah satu sektor yang dinilai paling menjanjikan adalah industri konten digital berbasis internet, mengingat sifatnya yang tidak mengenal batas negara.

“Salah satu yang paling mungkin adalah mengembangkan kegiatan atau usaha yang terkait dengan internet. Karena internet itu tidak terbatas. Internet itu bisa travel global, di mana pun saja,” kata Hary.

Pilihan akhirnya jatuh pada pengembangan mikro-drama melalui aplikasi V Short. Hary menyebut bahwa pasar mikro-drama global saat ini masih sangat terbuka dan memiliki potensi besar untuk tumbuh. Ia mencontohkan kesuksesan platform asal China seperti DramaBox dan ReelShort yang berhasil menguasai pangsa pasar internasional.

“Dua-duanya perusahaan China, tapi mereka itu mampu 90 persen lebih pendapatan mereka itu dari luar China,” jelas Hary.

Optimisme terhadap V Short juga didasarkan pada respons awal yang positif. Dalam waktu sekitar dua minggu sejak resmi diluncurkan pada 8 Mei 2026, aplikasi tersebut telah diunduh oleh 2,2 juta pengguna. Menurut Hary, angka ini menjadi indikator awal bahwa produk tersebut memiliki daya tarik yang kuat.

“Dalam waktu kurang lebih dua minggu lebih, kita mampu mencapai install di atas 2,2 juta,” katanya.

Hary juga menyoroti besarnya potensi pasar global dibandingkan dengan pasar domestik. Ia menyebutkan bahwa jumlah pengguna ponsel di dunia jauh lebih besar, sehingga peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas masih sangat terbuka.

“Penduduk dunia itu 8 miliar. Kalau kita bicara penetrasi unique mobile user itu adalah 70 persen, jadi ada 5,6 miliar market yang bisa disasar,” pungkas Hary.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar