Polisi Bekuk Bandar Narkoba Pengendali Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda

- Senin, 18 Mei 2026 | 13:20 WIB
Polisi Bekuk Bandar Narkoba Pengendali Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda

Penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tidak hanya berhenti pada penangkapan para pengedar. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengamankan seorang bandar yang selama ini menjadi pengendali di kawasan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa tersangka utama berinisial FN alias Nando ditangkap di dalam kamar sebuah hotel di Samarinda. Saat itu, Nando tengah berlibur bersama kekasihnya yang berinisial WA.

"Tersangka atas nama Firnandes alias Nando kami amankan di dalam kamar suites hotel di Samarinda saat sedang staycation bareng pacarnya inisial WA," kata Eko dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Penangkapan tersebut dilakukan pada Jumat (15/5) pagi oleh tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim Polri. Operasi dipimpin langsung oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury. Nando disergap tanpa perlawanan berarti saat berada di dalam kamar bersama pacarnya.

Dari hasil penyelidikan, Nando diketahui merupakan bandar yang mengendalikan sejumlah lapak di kampung narkoba Gang Langgar. Ia bahkan dipercaya oleh pemilik lapang, H Endi, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

"Bapaknya itu pemilik lapak, H Endi, yang bersangkutan masih DPO. H Endi ini bawahan dari H Sudin yang juga DPO," imbuh Eko.

Saat penggeledahan di kamar hotel, polisi menyita dua ponsel milik tersangka serta uang tunai sebesar Rp10 juta. Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke rumah Nando yang berlokasi di Gang Langgar Blok C, Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Di kediamannya, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain, antara lain satu set personal computer (PC), drone DJI Mavic, sebuah tas, MacBook, serta ponsel dan handy talkie (HT). Barang-barang tersebut diduga digunakan untuk mengoordinasi aktivitas peredaran narkoba di lapangan.

Ketika diinterogasi, Nando mengaku bertugas mengawasi langsung anak buahnya yang disebut sebagai "sniper". Mereka bertugas memantau situasi dan memberi peringatan jika ada aparat kepolisian yang mendekat.

"Saya ngawasin anak-anak di lapangan yang mengawasin jaga-jaga kalau ada polisi masuk," kata Nando.

Pengembangan dari penangkapan Nando kemudian membawa polisi melakukan penggerebekan besar-besaran di Gang Langgar. Total, sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Seluruh tersangka kini telah dibawa ke Markas Bareskrim Polri untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags