Prabowo Sebut Fluktuasi Dolar Tak Berdampak ke Rakyat Desa: “Mereka Enggak Pakai Dolar”

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:40 WIB
Prabowo Sebut Fluktuasi Dolar Tak Berdampak ke Rakyat Desa: “Mereka Enggak Pakai Dolar”

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara mengenai gejolak nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang belakangan menjadi sorotan. Dalam pernyataannya, Kepala Negara justru menilai bahwa fluktuasi mata uang asing tersebut tidak berdampak signifikan bagi mayoritas warga Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan. “Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Di hadapan para hadirin, ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus berpegang pada ajaran para pendiri bangsa. Ia juga menyoroti kekhawatiran sebagian pihak yang kerap memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami kehancuran akibat pelemahan rupiah. “Saya yakin sekarang ada yang selalu apa... saya nggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan keos, akan apa, rupiah begini, dolar begini,” katanya.

Di sisi lain, Presiden menyebut bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional masih dalam keadaan aman. Ia menyoroti dua sektor utama, yaitu pangan dan energi, yang dinilai cukup stabil dan tidak mengalami kepanikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain. “Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ucap Prabowo.

Dari panggung acara tersebut, Prabowo juga melontarkan pesan keras kepada para elit dan pejabat negara. Ia mengingatkan agar mereka setia mengabdi kepada rakyat dan teguh mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kesetiaan justru perlu diuji dari kalangan pemimpin, bukan dari rakyat biasa. “Tapi, para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia. Nggak ada pilihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden menyayangkan masih adanya oknum pemimpin yang gemar meneriakkan semangat nasionalisme, namun tidak berpihak pada kepentingan bangsa saat memiliki kekuasaan. “Ini banyak unsur pimpinan. Teriak-teriak NKRI, tapi nggak jelas. Begitu punya kekuasaan. Tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” ucap Prabowo menutup sambutannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar