Pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing memang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Namun, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Prof. Imron Cotan, menilai bahwa beberapa poin dalam kesepakatan tersebut sejatinya merupakan non-isu yang mengemuka hanya karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam program Kontroversi di Metro TV, Prof. Imron menyoroti agenda pembahasan mengenai Teheran dan program nuklir Iran yang menjadi salah satu topik utama kedua pemimpin negara adidaya itu. Menurutnya, kesepakatan agar Iran tidak memiliki program senjata nuklir bukanlah sebuah terobosan diplomatik yang baru. Secara hukum internasional, Iran telah terikat dalam berbagai aturan ketat yang mengatur hal tersebut.
“Iran itu adalah anggota NPT (Non-Proliferation Treaty) dan diawasi oleh sistem safeguard yang diterapkan oleh IAEA. Sejauh ini, International Atomic Energy Agency belum mendeteksi bahwa Iran sudah dan akan memproduksi senjata nuklir,” ujar Prof. Imron Cotan.
Ia menambahkan bahwa isu nuklir dan blokade Selat Hormuz menjadi topik hangat dalam pertemuan Trump-Xi semata-mata dipicu oleh situasi peperangan yang tengah berlangsung. “Sebenarnya bagi kita ini non-isu, tapi ini menjadi isu gara-gara terjadi peperangan di kawasan tersebut,” paparnya.
Sementara itu, di luar isu geopolitik yang dinilai normatif, Prof. Imron melihat satu pencapaian yang sangat krusial, yaitu pembentukan Board of Trade antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Lembaga ini nantinya akan berfungsi sebagai clearing house untuk menyelesaikan berbagai sengketa dagang yang muncul di antara kedua negara.
“Apabila terjadi semacam dispute, maka itu akan disalurkan kepada Board of Trade ini. Karena ini adalah dua negara terbesar ekonominya, apabila mereka bisa bekerja sama, tentu dunia internasional termasuk Indonesia akan mendapatkan benefit-nya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Wamensos: Tak Ada Toleransi bagi Pegawai Terbukti Langgar Hukum dalam Pengadaan Sekolah Rakyat
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Tanimbar Maluku, Belum Ada Laporan Korban
Dua Warga Tersambar Petir Saat Berteduh di Pemakaman Pemalang, Satu Tewas
Ambulans Tabrak Truk di Purworejo, Sopir Tewas Terjepit Kabin