SKK Migas Temukan Potensi Tambahan Produksi Minyak 643 Barel per Hari dari Sumur Baru di Prabumulih

- Senin, 11 Mei 2026 | 18:20 WIB
SKK Migas Temukan Potensi Tambahan Produksi Minyak 643 Barel per Hari dari Sumur Baru di Prabumulih

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan adanya temuan potensi tambahan produksi dari kegiatan pengeboran sumur pengembangan L5A-312 di Lapangan Limau, Prabumulih, Sumatera Selatan. Temuan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Asset 2, yang juga dikenal sebagai PT PHR Zona 4.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga 9 Mei 2026, uji produksi sementara menunjukkan bahwa sumur tersebut mampu menghasilkan minyak sebanyak 643 barel per hari (BOPD). Proses produksi ini menggunakan pompa listrik ESP yang dipasang di dalam sumur dengan metode Open Flow. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa produksi tersebut berasal dari lapisan eksisting TAF-W3 dengan kandungan air atau water cut (WC) hanya sebesar satu persen.

“Produksi sumur ini berasal dari lapisan layer eksisting TAF-W3 dengan kandungan air atau water cut (WC) sebesar 1 persen,” ujar Djoko kepada media pada Senin, 11 Mei 2026.

Secara geografis, lokasi pengeboran berada sekitar sepuluh kilometer di sebelah barat Kota Prabumulih. Area ini dikelilingi oleh Lapangan Betung di sebelah barat dan Lapangan Karangan di timur. Lapangan Limau sendiri memiliki bentuk memanjang dari barat ke timur dan merupakan bagian dari kelurusan patahan serta antiklin Lematang. Struktur lapangan ini terbagi menjadi beberapa kompartemen patahan, antara lain Belimbing, Niru, Limau Barat, Limau Tengah, dan Limau Timur.

Operasi pengeboran Sumur L5A-312, yang juga dikenal dengan kode LM-03, mencatatkan total jam kerja tanpa kecelakaan mencapai 62.712 jam sejak pertama kali ditajak pada 31 Maret 2026. Pengeboran dilakukan secara directional menggunakan Rig PDSI32.2/N80UE-E hingga kedalaman akhir 2.546,50 meter MD (Measured Depth) atau setara dengan 2.532,60 meter TVD (True Vertical Depth). Seluruh proses pengeboran dan uji produksi berlangsung selama 40 hari hingga 9 Mei 2026. SKK Migas menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta Operational Excellence menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.

“Mohon dukungan dan doa semoga dapat menahan laju penurunan produksi alamiah,” kata Djoko menambahkan.

Sementara itu, sebelumnya Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) juga telah melakukan pengeboran sumur pengembangan Lembak Kemang Tapus (LKT)-24 yang kemudian diberi kode LBK-030 pada 7 April 2026. Hingga 9 Mei 2026, uji produksi sementara menunjukkan hasil yang lebih besar, yakni minyak mencapai 3.073 BOPD dan gas sebesar 1,65 MMSCFD. Berbeda dengan sumur L5A-312, sumur LBK-030 berproduksi secara Natural Flow pada Open Flow.

Produksi sumur LBK-030 berasal dari lapisan eksisting TAF-F. Lokasi pengeboran ini berada di Struktur Lembak Kemang Tapus Field, di sebelah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Operasi pengeboran sumur ini mencatatkan jam kerja tanpa kecelakaan sebesar 42.168 jam sejak pertama kali ditajak. Pengeboran dilakukan secara directional menggunakan Rig PDSI 29.3/D1500E hingga kedalaman akhir 2.300 mMD atau 2.128 mTVD dalam waktu 33 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi.

“Insyaallah minyak segera diproduksikan,” tutup Djoko.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar