Paljaya Hadirkan Layanan Operasional dan Pemeliharaan IPAL untuk Gedung Perkantoran di Jakarta

- Senin, 11 Mei 2026 | 09:35 WIB
Paljaya Hadirkan Layanan Operasional dan Pemeliharaan IPAL untuk Gedung Perkantoran di Jakarta

Banyak gedung perkantoran di Jakarta yang telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun tidak sedikit di antaranya yang belum mengelola fasilitas tersebut secara optimal. Padahal, IPAL merupakan komponen vital dalam sistem sanitasi gedung yang berfungsi mengolah air limbah dari aktivitas sehari-hari sebelum dibuang ke saluran lingkungan. Tanpa operasional dan pemeliharaan yang baik, kinerja IPAL dapat menurun dan berpotensi menimbulkan pencemaran.

Menjawab tantangan tersebut, Perumda Paljaya, perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang pengelolaan air limbah domestik, menghadirkan layanan operasional dan pemeliharaan IPAL bagi gedung perkantoran di ibu kota. Layanan ini dirancang untuk memastikan sistem pengolahan air limbah berjalan sesuai standar lingkungan yang berlaku.

Direktur Teknik dan Usaha Paljaya, Rizki Shebubakar, menekankan bahwa IPAL bukan sekadar instalasi yang dibangun, melainkan sistem yang harus dioperasikan dan dipantau secara rutin. Beberapa komponen penting seperti pompa, blower, dan bak pengolahan harus diperiksa secara berkala agar proses pengolahan limbah tetap optimal.

“Namun dalam praktiknya, tidak semua gedung memiliki operator khusus untuk menangani IPAL. Kondisi ini sering membuat sistem pengolahan air limbah tidak terpantau secara maksimal,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Melalui layanan yang dimiliki, Paljaya dapat membantu pengelola gedung dalam menjalankan operasional IPAL, mulai dari pemantauan sistem hingga pemeliharaan instalasi. Sementara itu, aspek lain yang tak kalah penting adalah penanganan lumpur residu yang dihasilkan dari proses pengolahan air limbah.

“Lumpur ini akan mengendap di dalam IPAL dan perlu dikeluarkan secara berkala. Jika tidak disedot, endapan lumpur dapat terus bertambah dan mengurangi kapasitas pengolahan IPAL,” jelas Rizki. Akibatnya, kinerja instalasi bisa menurun dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Karena itu, penyedotan lumpur menjadi bagian penting dalam pemeliharaan IPAL gedung.

Di sisi lain, Paljaya tidak hanya menyediakan layanan operasional IPAL, tetapi juga melakukan penyedotan lumpur hasil pengolahan. Lumpur tersebut kemudian diangkut dan dikelola di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Dengan sistem ini, limbah tidak hanya dipindahkan, melainkan benar-benar diolah agar aman sebelum dikembalikan ke lingkungan. Pendekatan terintegrasi ini membantu memastikan pengelolaan air limbah di gedung perkantoran berjalan lebih baik dan bertanggung jawab.

Melalui layanan operasional IPAL, pemeliharaan, hingga penyedotan lumpur residu, Paljaya menghadirkan solusi pengelolaan air limbah secara menyeluruh. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, termasuk gedung perkantoran dan bangunan komersial di Jakarta. Bagi pengelola gedung dan masyarakat, layanan resmi Paljaya dapat diakses melalui kanal yang tersedia untuk memastikan setiap pelayanan dilakukan secara aman, legal, dan ramah lingkungan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar