Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah akan merilis paket stimulus ekonomi baru pada bulan Juni mendatang sebagai langkah proaktif merespons gejala pelemahan ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian global.
Purbaya menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah mematangkan sejumlah kebijakan stimulus yang akan diluncurkan pada Juni. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan roda perekonomian tetap bergerak dan tumbuh lebih baik.
“Kami sedang menyiapkan beberapa stimulus pada Juni supaya ekonomi bergerak lebih baik lagi,” ucap Purbaya pada Senin (11/5/2026).
Sementara itu, di akhir pekan sebelumnya, Purbaya terpantau memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, pada Minggu (10/5/2026). Di sela-sela aktivitas olahraganya, ia mengaku sekaligus memantau langsung denyut aktivitas ekonomi masyarakat.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan ini menilai keramaian yang terlihat di area tersebut merupakan sinyal positif bagi kondisi ekonomi domestik. Menurutnya, CFD menjadi indikator nyata bahwa daya beli dan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput masih berjalan.
“Saya sekalian memantau keramaian dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini salah satu indikator bahwa ekonomi kita baik-baik saja,” kata Purbaya di sela-sela kegiatannya.
Berdasarkan pengamatannya, Purbaya mencatat adanya peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun lalu. Namun, ia mengakui bahwa laju pertumbuhan ekonomi masih perlu dipacu lebih kuat agar pemulihan berlangsung lebih optimal.
“Saya lihat sekarang lebih ramai dibanding beberapa bulan atau setahun lalu. Walaupun memang belum terlalu ramai, jadi ekonomi masih perlu terus didorong,” kata Purbaya.
Artikel Terkait
CFD Perdana di Rasuna Said Dorong Lonjakan Omzet UMKM, Pedagang Sampai Kewalahan Layani Pembeli
PSV Eindhoven Hancurkan Go Ahead Eagles 4-1, Perisic Cetak Dua Gol
Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia Tewaskan Empat Penambang
Nenek di Maros Berangkat Haji Setelah 20 Tahun Menabung dari Hasil Bertani