IDXChannel – Bank Dunia baru saja mengeluarkan prediksi yang cukup bikin waswas. Harga energi global diperkirakan bisa naik 24 persen pada 2026. Penyebab utamanya? Perang di Timur Tengah yang makin memanas. Menurut laporan yang dikutip dari Xinhua, Rabu (29/4/2026), lonjakan ini disebut-sebut bakal menyentuh level tertinggi sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada 2022. Dalam laporan Prospek Pasar Komoditas edisi terbaru, Bank Dunia menjelaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas termasuk gangguan pelayaran di Selat Hormuz telah memicu guncangan besar. Selat Hormuz itu bukan jalur sembarangan. Sekitar 35 persen perdagangan minyak mentah global lewat sana. Nah, perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel bikin pasokan minyak dunia menyusut drastis. Kurang lebih 10 juta barel per hari hilang dari pasar. Tapi bukan cuma energi yang kena imbas. Komoditas lain juga ikut terguncang. Harga pupuk, misalnya, diproyeksikan naik 31 persen pada 2026. Ini didorong oleh lonjakan harga urea yang mencapai 60 persen. Sementara itu, harga logam dasar seperti aluminium, tembaga, dan timah diperkirakan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, logam mulia juga ikut meroket. Kenaikannya diperkirakan 42 persen. Kenapa? Ya, karena ketidakpastian geopolitik bikin orang-orang berbondong-bondong cari aset safe-haven. Laporan itu juga mengingatkan, harga komoditas bisa naik lebih tinggi lagi kalau permusuhan makin menjadi-jadi. Atau kalau gangguan pasokan akibat perang berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Wahyu Dwi Anggoro
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun