Kasus penyiraman air keras yang menimpa dua pelajar SMA di Parungpanjang, Bogor, masih dalam penyelidikan polisi. Kedua remaja itu mengalami luka di bagian wajah akibat serangan keji tersebut.
Kasatres PPA & PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengonfirmasi hal ini pada Rabu lalu.
"Di bagian wajah (lukanya), iya (dua-duanya)," ujarnya.
Untuk saat ini, fokus utama masih pada penanganan medis kedua korban. Soal tingkat keparahan lukanya, polisi belum bisa memberikan rincian lebih lanjut.
"Kalau parah-nggaknya nanti kan dokter ya yang menyatakan, karena dokter juga belum mengatakan apa-apa," tambah Silfi.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Senin malam. Korban, usai berkumpul dengan teman-temannya, sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Tiba-tiba saja, seseorang yang tak dikenal menyiram mereka dengan air keras.
Silfi menjelaskan kronologi berdasarkan laporan kakak dari salah satu korban.
"Kalau dari versi kakaknya adalah dua anak ini, pulang sekolah, terus nongkrong dulu. Habis nongkrong, mau pulang malam lewatin jalan itu, tiba-tiba disiram," jelasnya.
Kondisi korban hingga kini masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini membuat penyidik belum bisa memeriksa mereka untuk mendapatkan keterangan langsung.
"Korban belum bisa diperiksa masih dalam proses pemulihan di rumah sakit. Kita fokusnya pemulihan korban dulu," beber AKP Silfi.
Suasana di lokasi kejadian pun dilaporkan mencekam. Warga sekitar masih dibayangi kecemasan, menunggu titik terang dari penyelidikan polisi. Motif dan pelaku di balik serangan ini masih menjadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
AHY Soroti Ketimpangan Anggaran Infrastruktur: Rp46 Triliun untuk Jalan vs Rp5 Triliun untuk Kereta Api