Perdagangan Jumat (17/4) kemarin memperlihatkan dinamika yang cukup beragam di pasar pangan nasional. Ada yang naik, ada pula yang justru melemah. Menariknya, komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng justru menunjukkan tren penguatan. Sementara itu, bawang dan sebagian cabai malah terlihat lesu.
Data terbaru dari Bank Indonesia, tepatnya dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per pukul 08.30 WIB, mencatat penurunan untuk bawang merah. Harganya turun 1,48 persen, menjadi Rp46.650 per kilogram. Nasib serupa dialami bawang putih yang sedikit terkoreksi 0,5 persen, kini dijual sekitar Rp40.000 per kg.
Lain cerita dengan beras. Untuk kualitas bawah, harganya relatif stabil. Beras kualitas bawah I dan II bertahan di angka Rp14.500 dan Rp14.550 per kg. Namun begitu, beras dengan kualitas lebih baik justru merangkak naik, meski tipis. Beras medium I dan II, misalnya, naik sekitar 0,31 persen ke level Rp16.100 dan Rp15.950 per kg. Kenaikan serupa terlihat pada beras super I yang naik 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kg. Sementara itu, beras super II stagnan di harga Rp16.850.
Pasar cabai tampaknya sedang bergejolak. Cabai merah besar justru naik 1,74 persen menjadi Rp46.800 per kg. Tapi, jangan dulu senang. Di sisi lain, cabai merah keriting malah turun hampir satu persen. Penurunan yang lebih tajam terjadi pada cabai rawit. Rawit hijau turun 4,25 persen, sementara rawit merah anjlok cukup dalam, 10,29 persen, menjadi Rp74.550 per kg.
Untuk protein hewani, harganya juga beragam. Daging ayam ras segar justru turun 2,29 persen ke level Rp40.550 per kg. Sebaliknya, daging sapi kualitas I dan II justru mengalami kenaikan tipis, masing-masing menjadi Rp147.750 dan Rp141.000 per kilogram.
Gula dan minyak goreng, dua komoditas yang selalu jadi perhatian, harganya bergerak naik. Gula pasir premium naik 0,5 persen, sementara gula lokal naik 0,26 persen. Minyak goreng, baik yang curah maupun kemasan, ikut merangkak. Minyak curah naik satu persen. Sedangkan untuk kemasan bermerek, kenaikannya berkisar di 0,86 hingga 0,89 persen.
Adapun harga telur ayam ras segar tercatat turun sedikit, 0,61 persen, menjadi Rp32.350 per kg.
Artikel Terkait
Presiden Partai Buruh Said Iqbal Dijadwalkan Dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Ancaman Gagal Bayar AS Mengintai jika Rasio Utang Capai 210 Persen, PWBM Beri Peringatan
16,46 Juta UMKM Manfaatkan Platform LinkUMKM BRI untuk Perluas Akses Pasar dan Naik Kelas
Prabowo: Pendidikan dan Pelatihan di Semua Sektor Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat