Bahkan, saking cemasnya, sepertiga gen Z kerap meminta bantuan orang lain saat memesan menu.
Bahkan, mereka kerap ambil keputusan
pesan menu, dari referensi yang ada di media sosial.
Profesor Bisnis di NYU, Jonathon Haidt menyampaikan kepada Wall Street Journal, budaya di media sosial yang "Performatif" adalah salah satu penyebab tingginya tingkat kecemasan dan depresi yang dialami gen Z.
Data internal Google, menemukan hampir 40% Gen Z mencari referensi dari Instagram dan TikTok, bukan dari Google.
Bahkan, Gen Z akan kerestoran tersebut jika sudah dipromosikan oleh influencer di media sosial dan tampilan makanan yang aesthetic sehingga instagrammable.
Emang ya, Gen Z itu punya banyak kekhawatiran soal gimana mereka keliatan di tempat umum. Coba sekarang Minday tanya, kamu mau makan apa hari ini?***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ruanganinfo.com
Artikel Terkait
Pegasus 3 Kuasai Box Office Global Maret 2026 dengan Pendapatan Rp10,34 Triliun
Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19% di Awal 2026, Ditopang Sektor Nonmigas
Pemprov DKI Terapkan WFH Jumat, ASN Pelayanan Publik Tetap Wajib ke Kantor
Indonesia Kutuk Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, Desak PBB Selidiki Israel