Menhan Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Kuning Gaza Sebelum Hamas Melucuti Senjata

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:20 WIB
Menhan Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Kuning Gaza Sebelum Hamas Melucuti Senjata

Posisi pemerintah Israel sebenarnya telah disampaikan sebelumnya melalui Sekretaris Kabinet, Yossi Fuchs. Pemerintah memberi waktu 60 hari kepada Hamas untuk memulai proses perlucutan senjata. Jika ultimatum ini diabaikan, serangan militer ke Gaza berpotensi dilanjutkan.

Langkah perlucutan senjata ini merupakan bagian integral dari fase kedua dalam 20 poin rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Fase tersebut tidak hanya mencakup isu keamanan, tetapi juga rencana penarikan pasukan lebih lanjut, dimulainya rekonstruksi Gaza, dan pembentukan pemerintahan sementara di wilayah tersebut.

Upaya Mandiri di Bidang Pertahanan

Di luar dinamika di Gaza, Katz juga menyoroti pentingnya kemandirian pertahanan Israel. Dalam kesempatan terpisah, dia menyatakan bahwa negaranya harus memperluas produksi senjata dalam negeri. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Amerika Serikat dan Eropa, sehingga Israel dapat menjaga keamanannya secara lebih mandiri.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertahanan Israel telah meluncurkan inisiatif jangka panjang bertajuk "Perisai Israel". Program ambisius ini akan menambah anggaran militer sebesar 350 miliar shekel, setara dengan sekitar Rp1.902 triliun, yang akan dialokasikan secara bertahap selama beberapa dekade mendatang. Langkah ini menandai arah strategis Israel dalam membangun kapasitas pertahanan yang berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar