Setelah singgah sebentar di Mitra Kukar, Bio menemukan rumah sejatinya di tim Mutiara Hitam, Persipura Jayapura. Ia membela klub kebanggaan masyarakat Papua dari 2007 hingga 2016 periode terpanjangnya di satu klub. Di sinilah puncak kariernya berada. Dengan postur 187 cm sebagai benteng pertahanan, Bio menjadi pilar penting yang membawa Persipura meraih tiga gelar juara: pada musim 2008-2009, 2010-2011, dan 2013. Pengabdiannya yang lama dan kontribusi prestisius itu mengukuhkannya sebagai salah satu legenda klub di hati para pendukung.
3. Sriwijaya FC: Babak Penutup di Sumatra
Menginjak usia 34 tahun, Bio memulai babak baru dengan bergabung ke Sriwijaya FC pada Januari 2017. Selama dua musim membela Laskar Wong Kito Galo, tantangan yang dihadapi memang berbeda. Meski tetap menunjukkan dedikasi, periode ini tidak lagi diwarnai torehan prestasi juara seperti masa keemasannya di Papua. Namun, kehadirannya tetap memberikan pengalaman dan ketangguhan bagi tim asal Palembang tersebut.
4. PSGC Ciamis: Klub Terakhir Sebelum Pensiun
Pada Mei 2019, Bio Paulin memutuskan untuk membela PSGC Ciamis, klub yang berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia. Di sini, semangatnya belum padam; ia berusaha membantu timnya untuk meraih promosi. Sayang, perjalanan itu tak berlangsung lama. Di awal tahun 2020, sang bek veteran akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu, mengakhiri petualangan profesionalnya yang penuh warna di Indonesia dengan PSGC Ciamis sebagai klub terakhir.
Dari Kutai Kartanegara hingga Jayapura, perjalanan karier Bio Paulin bukan hanya sekadar catatan transfer pemain. Ia adalah contoh pemain asing yang berhasil berasimilasi, memberikan segalanya untuk klub yang dibelanya, dan akhirnya memilih Indonesia sebagai rumah. Kisahnya tetap dikenang, baik melalui gelar juara maupun melalui kesan personalnya yang sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen