MURIANETWORK.COM - Bio Paulin, bek tengah asal Kamerun yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia, tercatat pernah membela empat klub berbeda sepanjang kariernya di Liga Indonesia. Dari keempat klub itu, Persipura Jayapura menjadi tempatnya meraih kesuksesan terbesar, dengan tiga gelar juara. Perjalanan kariernya di Indonesia, yang berlangsung dari 2006 hingga 2020, meninggalkan kesan mendalam baik karena performa tangguhnya di lapangan maupun kepribadiannya yang bersahabat di luar.
Perjalanan Karier Bio Paulin di Liga Indonesia
Nama Bio Paulin sudah tak asing di telinga penggemar sepak bola Indonesia. Postur tubuhnya yang menjulang dan gaya bertahan tanpa kompromi membuatnya menjadi sosok yang disegani. Namun, di balik kesan sangar di lapangan, Bio dikenal memiliki karakter yang humoris dan hangat, yang justru membuatnya dicintai publik. Perjalanan panjangnya di Indonesia pun akhirnya berujung pada naturalisasi, mengukuhkannya sebagai bagian dari bangsa ini.
Berikut adalah empat klub yang pernah menjadi tempatnya berkarya, menorehkan sejarah dari Kalimantan hingga Papua.
1. Mitra Kukar: Pintu Masuk ke Indonesia
Semuanya berawal di Bumi Etam. Pada 1 Juli 2006, Bio Paulin pertama kali menginjakkan kaki di Liga Indonesia dengan membela Mitra Kukar. Ia direkrut langsung dari Achille FC di liga domestik Kamerun. Meski hanya bertahan selama setengah musim, klub asal Kalimantan Timur ini menjadi gerbang penting yang memperkenalkan sang bek tangguh dengan dinamika sepak bola Tanah Air.
2. Persipura Jayapura: Tempat Menjadi Legenda
Setelah singgah sebentar di Mitra Kukar, Bio menemukan rumah sejatinya di tim Mutiara Hitam, Persipura Jayapura. Ia membela klub kebanggaan masyarakat Papua dari 2007 hingga 2016 periode terpanjangnya di satu klub. Di sinilah puncak kariernya berada. Dengan postur 187 cm sebagai benteng pertahanan, Bio menjadi pilar penting yang membawa Persipura meraih tiga gelar juara: pada musim 2008-2009, 2010-2011, dan 2013. Pengabdiannya yang lama dan kontribusi prestisius itu mengukuhkannya sebagai salah satu legenda klub di hati para pendukung.
3. Sriwijaya FC: Babak Penutup di Sumatra
Menginjak usia 34 tahun, Bio memulai babak baru dengan bergabung ke Sriwijaya FC pada Januari 2017. Selama dua musim membela Laskar Wong Kito Galo, tantangan yang dihadapi memang berbeda. Meski tetap menunjukkan dedikasi, periode ini tidak lagi diwarnai torehan prestasi juara seperti masa keemasannya di Papua. Namun, kehadirannya tetap memberikan pengalaman dan ketangguhan bagi tim asal Palembang tersebut.
4. PSGC Ciamis: Klub Terakhir Sebelum Pensiun
Pada Mei 2019, Bio Paulin memutuskan untuk membela PSGC Ciamis, klub yang berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia. Di sini, semangatnya belum padam; ia berusaha membantu timnya untuk meraih promosi. Sayang, perjalanan itu tak berlangsung lama. Di awal tahun 2020, sang bek veteran akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu, mengakhiri petualangan profesionalnya yang penuh warna di Indonesia dengan PSGC Ciamis sebagai klub terakhir.
Dari Kutai Kartanegara hingga Jayapura, perjalanan karier Bio Paulin bukan hanya sekadar catatan transfer pemain. Ia adalah contoh pemain asing yang berhasil berasimilasi, memberikan segalanya untuk klub yang dibelanya, dan akhirnya memilih Indonesia sebagai rumah. Kisahnya tetap dikenang, baik melalui gelar juara maupun melalui kesan personalnya yang sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR Dukung Tegasnya Polri Tangani Eks Kapolres Bima Terkait Narkoba
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik, Menyusul Tren Global
Tingkat Pengangguran Turun ke 4,85%, Namun Separuh Pekerja Alami Ketidaksesuaian Pekerjaan
Disney Tuduh TikTok Latih AI dengan Konten Marvel dan Star Wars Tanpa Izin