MILAN – Pertandingan sengit Inter Milan melawan Juventus tadi malam memang berakhir dengan kemenangan untuk sang tuan rumah. Tapi, yang lebih banyak dibicarakan justru bukan gol-gol spektakuler, melainkan kinerja wasit Federico La Penna. Kontroversi pun meletup, dan Cristian Chivu tak ketinggalan memberi sindiran pedas ke arah Bianconeri.
Laga giornata ke-25 Liga Italia 2025-2026 ini digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu dini hari tadi. Skor akhir 3-2 untuk Nerazzurri tercipta lewat gol bunuh diri Andrea Cambiaso (menit 17'), disusul Pio Esposito (76'), dan Piotr Zielinski di penghujung pertandingan. Juventus sendiri membalas lewat Cambiaso lagi (26') dan Manuel Locatelli (83').
Namun begitu, atmosfer pertandingan benar-benar berubah di menit ke-42. Pierre Kalulu, bek andalan Juventus, mendapat kartu kuning keduanya setelah dinilai melanggar Alessandro Bastoni. Otomatis, kartu merah pun diangkat. Kalulu, yang tampak frustrasi, sempat membuat isyarat meminta wasit mengecek VAR. Sayangnya, aturan tak mengizinkan karena pengusiran itu berasal dari akumulasi dua kartu kuning.
Keputusan itu langsung memicu kemarahan besar dari kubu Juventus. Mereka merasa sangat dirugikan. Bahkan, petinggi klub sampai mendesak perubahan aturan dan menyerukan pengunduran diri komite wasit, Gianluca Rocchi, yang dinilai gagal menugaskan wasit dengan baik.
Di tengah gemuruh protes itu, tanggapan Cristian Chivu justru terdengar tenang, bahkan dingin. Pelatih Inter itu seolah tak terpancing emosi dan malah menyelipkan sindiran tajam.
“Menurut saya sentuhannya ringan, tapi tetap saja itu sebuah sentuhan. Saya selalu mengingatkan pemain saya untuk tidak memosisikan diri dalam keadaan yang memungkinkan wasit memberi hukuman, seperti yang pernah kami alami di Liga Champions,” ujar Chivu.
Pria asal Rumania itu kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih menusuk. “Pemain saya merasakan sentuhan itu dalam kecepatan tinggi. Kalulu bukan pemain baru, dia sudah berpengalaman. Seharusnya dia lebih bisa menahan diri dalam situasi kritis seperti itu,” cibirnya.
Kemenangan ini jelas sangat berharga bagi Inter. Mereka kini makin kokoh bercokol di puncak klasemen dengan koleksi 61 poin, unggul delapan angka dari rival sekota, AC Milan, yang masih menyimpan satu laga cadangan. Sementara bagi Juventus, kekalahan ini bukan cuma soal poin yang hilang, tapi juga luka baru akibat kontroversi wasit yang pastinya akan jadi bahan perdebatan panjang.
Artikel Terkait
Wagub Banten Dukung Program Religi iNews Cahaya Hati Cahaya Indonesia
Data IDF: Lebih dari 50.000 Personel Militer Israel Pegang Kewarganegaraan Asing
Indonesia dan Thailand Perbarui Kemitraan Strategis Ekonomi Kreatif
Wakil Wali Kota Tangerang Apresiasi Antusiasme Warga Sambut Program Ramadan iNews