Di tengah gemuruh protes itu, tanggapan Cristian Chivu justru terdengar tenang, bahkan dingin. Pelatih Inter itu seolah tak terpancing emosi dan malah menyelipkan sindiran tajam.
Pria asal Rumania itu kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih menusuk. “Pemain saya merasakan sentuhan itu dalam kecepatan tinggi. Kalulu bukan pemain baru, dia sudah berpengalaman. Seharusnya dia lebih bisa menahan diri dalam situasi kritis seperti itu,” cibirnya.
Kemenangan ini jelas sangat berharga bagi Inter. Mereka kini makin kokoh bercokol di puncak klasemen dengan koleksi 61 poin, unggul delapan angka dari rival sekota, AC Milan, yang masih menyimpan satu laga cadangan. Sementara bagi Juventus, kekalahan ini bukan cuma soal poin yang hilang, tapi juga luka baru akibat kontroversi wasit yang pastinya akan jadi bahan perdebatan panjang.
Artikel Terkait
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga