Fasilitas Pendukung yang Direvitalisasi
Perbaikan tidak hanya berfokus pada penambahan ruang kelas. Berbagai fasilitas penunjang lainnya juga mendapat perhatian serius. Laboratorium, perpustakaan, serta ruang untuk guru dan kepala sekolah turut diperbarui. Salah satu perubahan yang paling disambut antusias adalah revitalisasi lapangan sekolah, yang sebelumnya tidak terawat dan tidak rata.
"Dulu lapangan kecil, posisinya tidak jelas juga, gak rata. Jadi sekarang untuk ukuran lapangannya luas. Bisa dimanfaatkan futsal, voli, basket, lebih besar lagi luasnya," katanya dengan nada optimis.
Harapan untuk Perluasan Program ke Sekolah Lain
Transformasi yang dialami SDN Babakan 01 Setu diharapkan bukan menjadi akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan. Ade menyampaikan harapannya agar langkah serupa dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Menurutnya, kenyamanan infrastruktur adalah fondasi penting bagi semangat belajar.
"Pendidikan itu jadi prioritas di setiap kota, dengan kelas yang nyaman, bangunan yang nyaman itu anak-anak jadi senang ke sekolah. Tidak ada lagi masuk siang, karena itu kasian. Anak-anak lebih ekstra sebab waktunya istirahat jadi harus belajar," pungkasnya.
Ucapan tersebut menggarisbawahi sebuah prinsip sederhana namun mendasar: lingkungan fisik yang layak dan aman bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan esensial untuk menumbuhkan minat belajar dan menjamin hak anak atas pendidikan yang berkualitas. Keberhasilan di satu sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan, ketika dilakukan dengan serius, mampu membawa dampak langsung yang signifikan bagi komunitas sekolah.
Artikel Terkait
DPR RI Hentikan Penyediaan Snack dan Batasi Listrik untuk Efisiensi Anggaran
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 30 Maret 2026
Kemenag Kecam Kekerasan Guru di TPQ Probolinggo, Tempat Izin Belum Lengkap
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba