MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara aktif mempercepat program perbaikan dan pembangunan ulang infrastruktur sekolah. Salah satu contoh nyata transformasi ini terlihat di SDN Babakan 01 Setu, yang kini telah berubah total dari bangunan yang terbatas menjadi gedung modern dengan fasilitas lengkap. Perubahan ini secara langsung menjawab tantangan kepadatan siswa dan ketidaknyamanan proses belajar mengajar yang dialami sebelumnya.
Transformasi dari Gedung Terbatas ke Sekolah Modern
Wajah SDN Babakan 01 Setu kini tak lagi sama. Dulu, sekolah ini harus menampung ratusan siswa dalam kondisi yang sangat terbatas. Saat ini, bangunannya tampak lebih kokoh dan tertata, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Perubahan fisik ini bukan sekadar renovasi biasa, melainkan sebuah upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih manusiawi dan kondusif.
Mengatasi Masalah Kepadatan dan Sistem Belajar Bergilir
Sebelum direvitalisasi, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Dua sekolah terpaksa digabung dalam satu lokasi, namun hanya tersedia 12 ruang kelas untuk menampung sekitar 800 siswa. Keterbatasan yang mendasar ini memaksa sekolah menerapkan sistem belajar bergilir atau yang dikenal dengan "kelas siang".
Salah seorang guru di sekolah tersebut, Ade, mengonfirmasi kondisi tersebut. "Jadi disatukan dengan kondisi gedung yang waktu pada saat itu hanya 12 kelas. Sedangkan untuk siswanya ada banyak sekitar 800an. Makanya ada kelas siang. Itu kondisi belum dibangun," tuturnya.
Pembangunan ulang yang dilakukan secara menyeluruh akhirnya memberikan solusi permanen. Jumlah ruang kelas berhasil dilipatgandakan menjadi 24, sehingga seluruh siswa dapat belajar pada shift pagi tanpa lagi harus bergantian.
"Alhamdulillah ya dari Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya sekarang jadi 24 kelas. Dan tidak ada lagi yang masuk siang, sudah pagi semua karena rombel kelasnya memenuhi," jelas Ade.
Fasilitas Pendukung yang Direvitalisasi
Perbaikan tidak hanya berfokus pada penambahan ruang kelas. Berbagai fasilitas penunjang lainnya juga mendapat perhatian serius. Laboratorium, perpustakaan, serta ruang untuk guru dan kepala sekolah turut diperbarui. Salah satu perubahan yang paling disambut antusias adalah revitalisasi lapangan sekolah, yang sebelumnya tidak terawat dan tidak rata.
"Dulu lapangan kecil, posisinya tidak jelas juga, gak rata. Jadi sekarang untuk ukuran lapangannya luas. Bisa dimanfaatkan futsal, voli, basket, lebih besar lagi luasnya," katanya dengan nada optimis.
Harapan untuk Perluasan Program ke Sekolah Lain
Transformasi yang dialami SDN Babakan 01 Setu diharapkan bukan menjadi akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan. Ade menyampaikan harapannya agar langkah serupa dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Menurutnya, kenyamanan infrastruktur adalah fondasi penting bagi semangat belajar.
"Pendidikan itu jadi prioritas di setiap kota, dengan kelas yang nyaman, bangunan yang nyaman itu anak-anak jadi senang ke sekolah. Tidak ada lagi masuk siang, karena itu kasian. Anak-anak lebih ekstra sebab waktunya istirahat jadi harus belajar," pungkasnya.
Ucapan tersebut menggarisbawahi sebuah prinsip sederhana namun mendasar: lingkungan fisik yang layak dan aman bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan esensial untuk menumbuhkan minat belajar dan menjamin hak anak atas pendidikan yang berkualitas. Keberhasilan di satu sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan, ketika dilakukan dengan serius, mampu membawa dampak langsung yang signifikan bagi komunitas sekolah.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Bhayangkara dengan Dua Pemain Andalan Terancam Absen
Bus Transjakarta Diduga Tewaskan Pejalan Kaki di Margasatwa Raya
Apindo Soroti Biaya Logistik dan Bunga Tinggi Hambat Daya Saing Usaha
Mahasiswa STIK Bangun 12 Sumur Bor untuk Korban Bencana Aceh Jelang Ramadan