MURIANETWORK.COM - Asuransi Jasindo, bersama dengan Perbanas Institute, meluncurkan program literasi asuransi dan manajemen risiko yang menyasar mahasiswa. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda akan pentingnya proteksi dan perencanaan keuangan sejak dini. Program ini diharapkan dapat menjawab tantangan rendahnya literasi asuransi di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan.
Membangun Kesadaran dari Lingkungan Akademik
Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Perbanas Institute dipandang sebagai langkah strategis. Pendekatan ini diambil untuk membangun fondasi pengetahuan yang kuat, mengingat mahasiswa adalah calon pemimpin dan penggerak ekonomi masa depan. Dengan menyasar kalangan akademik, edukasi diharapkan dapat tersebar lebih luas dan menciptakan efek berantai yang positif.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menjelaskan latar belakang program ini. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dengan pemahaman mendalam tentang manfaat asuransi.
“Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin di masa depan yang perlu memahami manfaat proteksi risiko di segala lini kehidupan. Hal ini mendorong kami untuk mengambil peran lebih aktif dalam menghadirkan edukasi yang relevan, aplikatif, mudah dipahami oleh generasi muda,” jelas Brellian dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Literasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Bagi Jasindo, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk pola pikir dan budaya pengelolaan risiko yang matang di kalangan generasi penerus. Dalam dunia yang penuh dinamika dan ketidakpastian, pemahaman tentang manajemen risiko dinilai sebagai keterampilan hidup yang krusial.
Brellian menegaskan bahwa membangun kesadaran ini adalah tanggung jawab kolektif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, regulator, dan dunia pendidikan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kegiatan literasi, namun juga investasi jangka panjang untuk membentuk pola pikir yang lebih matang dalam menyikapi risiko kehidupan,” tuturnya.
Mengubah Perspektif tentang Asuransi
Lebih dari sekadar transaksi finansial, asuransi ingin dipresentasikan sebagai bagian dari perencanaan hidup yang komprehensif. Tujuannya adalah menggeser pandangan masyarakat, khususnya anak muda, yang mungkin masih memandang asuransi sebagai produk yang rumit atau tidak prioritas.
Brellian berharap program ini dapat membuka wawasan baru bagi para peserta. Asuransi diharapkan dapat dipahami sebagai sebuah bentuk kesiapan, yang memberikan ketenangan dan kepercayaan diri untuk menjalani hidup dan meraih cita-cita.
“Melalui program literasi ini, kami ingin membuka perspektif bahwa asuransi bukan sekadar produk keuangan, melainkan salah satu bentuk kesiapan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan, agar mereka dapat melangkah lebih fokus, tenang dan percaya diri dalam menggapai cita-citanya," ungkap Brellian.
Dengan langkah ini, Asuransi Jasindo memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kompleksitas kehidupan di masa depan.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Landa Stadion Pakansari, Kerusakan Parah tapi Tak Ada Korban Jiwa
Pemkot Tangsel Revitalisasi SDN Babakan 01 Setu, Hapus Sistem Belajar Bergilir
Presiden Prabowo Gariskan Peran BUMN Baru Agrinas Jaladri Dongkrak Sektor Perikanan
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM