MURIANETWORK.COM - Layanan KRL Commuter Line pada rute Jakarta-Bogor mengalami gangguan operasional pada Kamis (12 Februari 2026) pagi. Gangguan ini dipicu oleh masalah teknis di jalur rel antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan dan memaksa operator melakukan penyesuaian rute sementara.
Gangguan di Segmen Cilebut-Bogor
Menurut informasi resmi dari KAI Commuter, gangguan terjadi tepatnya di segmen rel yang menghubungkan Stasiun Cilebut dengan Stasiun Bogor. Tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan secepatnya. Sementara perbaikan berlangsung, arus perjalanan kereta di titik tersebut terpaksa dilayani hanya dengan menggunakan satu jalur secara bergantian.
Kondisi ini tentu berimbas pada kelancaran operasi. Keterbatasan jalur menyebabkan terjadinya antrean perjalanan yang berujung pada penundaan jadwal keberangkatan dan kedatangan. Para calon penumpang yang berkumpul di stasiun-stasiun terdampak disarankan untuk bersabar dan mempersiapkan waktu perjalanan ekstra.
"Terdapat gangguan operasional pada jalur rel di antara Stasiun Cilebut-Bogor dan saat ini dalam penanganan petugas," jelas akun resmi KAI Commuter @Commuterline dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Rekayasa Operasi untuk Atasi Kepadatan
Untuk meredam dampak gangguan dan mengurai kepadatan, pihak operator melakukan rekayasa pola operasi terhadap dua perjalanan KRL. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi darurat guna menjaga mobilitas penumpang sebisa mungkin.
Dua rangkaian kereta yang mengalami perubahan rute adalah KA 1260 (Jakarta Kota-Bogor) dan KA 2166 (Jakarta Kota-Bogor). Kedua kereta ini hanya akan beroperasi hingga Stasiun Cilebut, kemudian kembali melayani penumpang dengan nomor perjalanan yang berbeda menuju Jakarta Kota.
"Perjalanan Commuter Line di lokasi sementara dilayani melalui satu jalur secara bergantian," tambahnya dalam keterangan lanjutan.
Permohonan Maaf dan Imbauan kepada Penumpang
Menyadari ketidaknyamanan yang timbul, KAI Commuter secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan setianya. Operator juga menekankan pentingnya koordinasi di lapangan untuk memastikan keselamatan dan ketertiban selama situasi darurat ini.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ungkap pernyataan resmi tersebut.
Bagi para komuter yang biasanya melintas rute ini, disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi atau dengan langsung berkonsultasi kepada petugas yang bertugas di stasiun. Kehati-hatian dan kesabaran menjadi kunci utama menghadapi kondisi tak terduga dalam sistem transportasi massal seperti ini.
Artikel Terkait
SoftBank Catat Laba Beruntun, Didorong Kenaikan Investasi di OpenAI
BNI Buka Kembali Emerald Center di Central Park, Perkuat Layanan Wealth Management
Jalan Utama IKN Mulai Beroperasi, Dukung Mobilitas Ribuan ASN
Ahli Ingatkan Orang Tua Kurangi Sikap Overprotektif pada Anak Usia 1-2 Tahun